BREAKING NEWS
Minggu, 25 Oktober 2026

Bobby Nasution Ajak 10 Provinsi Bersinergi, Hilirisasi dan Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi Sumatera

Abyadi Siregar - Kamis, 23 Juli 2026 14:59 WIB
Bobby Nasution Ajak 10 Provinsi Bersinergi, Hilirisasi dan Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi Sumatera
Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, bersama Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Ameriza M Moesa, membuka SID Tahun 2026 di ballroom hotel Adimulia Medan, Kamis (23/7/2026). (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ia juga mengajak seluruh pemerintah daerah di Sumatera terus mempercepat pelayanan perizinan dan memberikan kepastian hukum bagi para investor agar iklim investasi semakin kondusif.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak dalam penyelenggaraan SID 2026.

Menurut Ameriza, kondisi ekonomi Sumatera masih menunjukkan kinerja yang positif.

Pada triwulan I 2026, ekonomi Sumatera tumbuh sebesar 5,13 persen dan diperkirakan tetap berada di atas 5 persen hingga akhir tahun.

"Pada triwulan I-2026, ekonomi Sumatera tumbuh sebesar 5,13% dan kami meyakini hingga akhir tahun tetap terjaga di atas 5%. Sementara tingkat inflasi diperkirakan tetap stabil dalam sasaran target 2,5±1%. Kombinasi daya tarik investasi dan stabilitas makroekonomi ini harus terus kita jaga bersama sebagai motor pertumbuhan nasional," papar Ameriza.

Ia menjelaskan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah telah melakukan proses Penjaringan Proyek Investasi (Clean and Clear) yang menyaring 84 proyek hingga menjadi proyek-proyek yang siap ditawarkan kepada investor.

Proyek-proyek tersebut juga difasilitasi melalui pertemuan bisnis secara langsung (one-on-one meeting) dengan investor potensial dari Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Jepang, hingga India.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menyebut kontribusi ekonomi Pulau Sumatera terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nasional pada triwulan I 2026 mencapai 22,08 persen, dengan nilai PDRB sebesar Rp1.361 triliun.

Sonny menilai hilirisasi industri harus terus dipercepat agar komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan karet memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah, bukan hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

Ia juga menyoroti tingginya tingkat kewirausahaan masyarakat di berbagai provinsi di Sumatera.

"Tingkat partisipasi kewirausahaan di Sumatera, seperti di Riau, Jambi, hingga Sumut dan Sumbar, berada di atas rata-rata nasional. Potensi jiwa kewirausahaan yang tinggi ini akan sangat luar biasa jika dipertemukan dengan akses pemodalan dan investasi yang kuat," ujar Sonny.

Di akhir pemaparannya, BPS mengajak seluruh instansi pemerintah dan pelaku usaha mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada 15 Mei hingga 31 Agustus 2026.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Eksepsi Dikabulkan, Dokter Tifa Belum Lolos dari Jerat Perkara Ijazah Jokowi
Kepala Bappisus Ungkap Misi Prabowo Bangun Universitas Republik Indonesia
Siapa Pengganti Sudaryono sebagai Wamentan? Mensesneg: Belum Ada Pembahasan
Prabowo Panggil Menteri hingga Kepala Badan, Ada Agenda Penting Apa?
Jelang Kunjungan Surya Paloh, LKK Sumut Desak DPP NasDem Evaluasi Anggota DPRD Sumut
Aceh Percepat Hilirisasi Nilam, Sistem Resi Gudang Disiapkan untuk Stabilkan Harga Petani
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru