Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Pemerintah Kota Medan, lanjutnya, siap memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, dunia pendidikan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Kajian yang dipaparkan dalam seminar merupakan hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan bersama FISIP USU di lima kecamatan, yakni Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Tembung, Medan Johor, dan Medan Area.
Tim peneliti dipimpin Dr. Fernanda Putra Adela, S.Sos., M.A., dengan anggota Dr. Arief Marizki Purba, S.E., S.Sos., M.Si., serta Eka Prahadian Abdurahman, S.I.Kom., M.K.M., ICAP I.
Hasil penelitian menunjukkan kelima kecamatan tersebut masuk kategori Bahaya pada dimensi narkoba, kesehatan sosial, dan kemiskinan, serta kategori Waspada untuk aspek kriminalitas.
Penelitian juga mencatat Medan Johor menjadi wilayah dengan tingkat kerentanan tertinggi.
Sebanyak 57,5 persen responden di kecamatan tersebut berada pada kelompok berisiko tinggi.
Sementara itu, sabu-sabu menjadi jenis narkoba yang paling banyak diketahui masyarakat, sedangkan pengaruh teman sebaya menjadi faktor yang paling dominan mendorong penyalahgunaan narkoba.
Menariknya, hasil kajian menyebut penyalahgunaan narkoba tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap tingkat kriminalitas.
Sebaliknya, kemiskinan menjadi satu-satunya faktor yang berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kriminalitas.
Penelitian juga menemukan adanya hubungan yang kuat antara rendahnya kesehatan sosial dengan tingkat kemiskinan.
Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan penanganan masalah sosial dilakukan secara terpadu melalui penguatan program pencegahan narkoba, peningkatan ekonomi masyarakat, penguatan ketahanan komunitas, serta kolaborasi lintas sektor.
Seminar menghadirkan Dr. Zulkarnain Nasution, M.A., ICAO I., Direktur PIMANSU, sebagai narasumber dan pembahas, dengan Ira Riska Aisyah Lubis, S.Sos., M.Si. sebagai moderator.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.