Nuzulul Quran 1447 H, Wagub Sumut Ajak ASN Jadikan Inspirasi Tata Kelola Pemerintahan
MEDAN Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup, sekaligu
AGAMA
BALI – Tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali berhasil dievakuasi dari Lebanon setelah ketegangan antara negara tersebut dan Israel meningkat. Kejadian ini berlangsung pada Senin (7/10), dan ketiga PMI tersebut bekerja sebagai terapis spa di Lebanon.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Kadisnaker ESDM) Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, menyampaikan bahwa ketiga PMI tersebut tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (8/10) pukul 15.00 WITA. Setelah tiba, mereka diserahkan kepada keluarga masing-masing melalui Disnaker Kabupaten/Kota.
Ketiga PMI yang dievakuasi adalah Ni Kadek Sriari (21) dan Ketut Septiani (21) serta Ni Luh Suarnadi (40), semuanya berasal dari Kabupaten Gianyar. “Kondisi mereka sejauh yang kita terima baik dan sehat. Evakuasi dilakukan oleh kementerian dengan cepat, aman, dan astungkara (syukur),” ujar Setiawan kepada wartawan.
Pemerintah Indonesia melakukan evakuasi ini sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan serangan Israel terhadap Hizbullah, yang dapat berdampak negatif bagi WNI yang bekerja di Lebanon. “Memang mau tidak mau ini merupakan mitigasi agar tidak terdampak karena ada perang, jadi untuk keamanan,” lanjutnya.
Sementara itu, Disnaker ESDM Bali belum mendapatkan data lengkap mengenai jumlah PMI yang berangkat ke Lebanon. Mereka masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk mendata jumlah PMI asal Bali yang berada di Timur Tengah. Menurut Setiawan, PMI asal Bali umumnya enggan ditempatkan di wilayah konflik.
“Dalam hal ini, kita belum mendapatkan informasi dari kedutaan. Kita tetap berkoordinasi karena tidak semua data masuk dalam sistem. BP3MI dan satgas PMI di Bali sedang memperbarui data mengenai jumlah PMI yang ada di Timur Tengah,” tambahnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan evakuasi terhadap 65 WNI dari Lebanon sejak KBRI Beirut menetapkan status siaga satu pada 4 Agustus 2024. Para WNI yang dievakuasi akan dibawa oleh armada yang disiapkan oleh pemerintah provinsi masing-masing, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali.
Dengan semakin meningkatnya ketegangan di Lebanon, langkah evakuasi ini diharapkan dapat melindungi keselamatan WNI yang mencari nafkah di luar negeri.
(N/014)
MEDAN Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup, sekaligu
AGAMA
MEDAN Para kepala daerah di Sumut diminta mengedukasi masyarakat agar tidak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) secara berlebihan atau pani
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa Program Makan
NASIONAL
MEDAN Persidangan perkara dugaan korupsi pengalihan aset negara senilai Rp263,4 miliar terkait lahan eks PT Perkebunan Nusantara (PTPN)
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menjelang berbuka puasa, ratusan anak yatim dan dhuafa tampak berbaris rapi di Gedung Serba Guna Aceh Sepakat, Medan, membawa kant
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Pemerintah Kota Padangsidimpuan memperingati Nuzulul Qur&039an 1447 H / 2026 M pada Jumat malam (6/3/2026), selepas sh
PEMERINTAHAN
BANDUNG Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan seluruh mitra dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib segera mengurus Sertifik
NASIONAL
BOGOR Sebuah surat edaran permohonan Tunjangan Hari Raya (THR) dari Pemerintah Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, menjadi
PERISTIWA
JAKARTA Sebanyak 492 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumatera akan ditutup sementara mulai 9 Maret 2026, karena belum
KESEHATAN
JAKARTA Ribuan massa menggelar aksi solidaritas untuk kemerdekaan Palestina bertajuk Indonesia Bukan Satpam Israel di Jalan Medan Merd
PERISTIWA