BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

Pemprov Sumut Dorong Budaya Menabung Sejak Dini untuk Perkuat Ekonomi Generasi Muda

Abyadi Siregar - Rabu, 19 Agustus 2026 18:02 WIB
Pemprov Sumut Dorong Budaya Menabung Sejak Dini untuk Perkuat Ekonomi Generasi Muda
Wagub Sumut Surya memberikan buku tabungan secara simbolis kepada para siswa pada acara Puncak HIM tahun 2026 di SRT 2 Kota Medan, Jalan Flamboyan II Kel. Tanjung Selamat, Kec. Medan Tuntungan, Rabu (19/8/2026). (foto: Diskominfo Sumut YT Hariono)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong budaya menabung dan literasi keuangan ditanamkan sejak usia dini.

Kebiasaan mengelola uang secara bijak dinilai penting untuk membentuk karakter sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi generasi muda.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya saat menghadiri Puncak Hari Indonesia Menabung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Jalan Flamboyan, Kota Medan, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga:

Surya mengatakan Hari Indonesia Menabung tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial.

Menurut dia, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan anak-anak dalam mengelola keuangan sejak dini.

"Menabung mungkin terlihat sederhana, tetapi dari kebiasaan itulah tumbuh sikap disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan kemampuan merencanakan masa depan. Menabung tidak perlu menunggu uang banyak, bisa dimulai dari jumlah kecil secara rutin," ujar Surya.

Surya menyebut hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen.

Sementara indeks inklusi keuangan berada di angka 80,51 persen.

Menurut Surya, tingginya akses masyarakat terhadap layanan keuangan harus disertai pemahaman yang cukup.

Literasi keuangan penting agar masyarakat, termasuk generasi muda, tidak mudah terjebak penipuan, investasi bodong, maupun pinjaman ilegal.

Pemprov Sumut juga mengapresiasi capaian Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sumut.

Sepanjang 2025, program tersebut berhasil merealisasikan 3.516 rekening pelajar melalui Program Siswa Teladan di 10 sekolah sasaran.

TPAKD juga menggelar sosialisasi literasi keuangan di 23 kabupaten dan kota yang menjangkau 23.414 pelajar.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Merdiansyah mengatakan pihaknya terus mendukung penguatan literasi keuangan melalui produk Simpanan Pelajar atau SimPel.

Hingga Agustus 2026, Bank Sumut telah menggelar 155 kegiatan literasi keuangan di 143 sekolah, mulai tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Kegiatan tersebut didukung 68 kantor cabang.

"Bagi Bank Sumut, Simpel bukan hanya produk tabungan, tetapi sarana mengenalkan anak-anak pada layanan perbankan formal sekaligus membangun kebiasaan bertanggung jawab terhadap keuangan. Ke depan, materi edukasi akan dikembangkan mencakup pengenalan layanan digital, QRIS, hingga keamanan bertransaksi," jelas Heru.

Menurut Heru, pengenalan layanan keuangan sejak sekolah diharapkan membuat pelajar tidak hanya memiliki kebiasaan menabung, tetapi juga memahami cara menggunakan layanan keuangan secara aman.

Kepala OJK Provinsi Sumut Triyoga Laksito mengatakan tingkat inklusi keuangan nasional saat ini telah mencapai 88,7 persen.

Adapun tingkat literasi keuangan berada pada angka 65,43 persen.

OJK menargetkan inklusi keuangan nasional meningkat menjadi 90 persen dalam waktu dekat dan mencapai 98 persen pada 2045, bertepatan dengan target Indonesia Emas.

"Melalui gerakan nasional KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar), OJK secara nasional telah memfasilitasi pembukaan puluhan juta rekening edukasi pelajar. Menabung di bank bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi uang tersebut disalurkan menjadi modal usaha bagi pengusaha lokal yang menggerakkan roda ekonomi," terang Triyoga.

Gerakan menabung bagi pelajar diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.

Kepala Sekolah SMP Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Maragoti, mengatakan sekolah tersebut saat ini melayani 434 murid jenjang SD dan SMP dengan total 569 warga sekolah.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Kami tidak membuka pendaftaran umum, tetapi menjangkau langsung anak-anak yang terancam putus sekolah, anak rentan secara psikososial, hingga anak-anak yang butuh pembinaan khusus. Ini adalah bentuk kolaborasi bersama untuk menyelamatkan masa depan mereka," ungkap Maragoti.

Maragoti juga menceritakan kisah salah seorang siswanya, Muhammad Rizky Pratama, anak asal Belawan yang disebut gigih berjualan ikan untuk membiayai hidupnya.

Kegigihan Rizky mendapat apresiasi. Ia memperoleh undangan khusus dari Presiden RI untuk menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.

Bagi Pemprov Sumut, penguatan budaya menabung menjadi salah satu bagian dari pendidikan karakter.

Kebiasaan tersebut diharapkan tidak hanya membantu anak memahami cara mengelola uang, tetapi juga membangun sikap disiplin dan kemampuan merencanakan masa depan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Masyarakat Desil 9 dan 10 Dilarang Beli BBM Subsidi, Bahlil: Jangan Ambil Hak Rakyat!
BRT Mebidang Resmi Beroperasi, Bobby Nasution Dorong Warga Beralih dari Kendaraan Pribadi
Rico Waas Resmikan Gallery Mustika Deli, Dorong UMKM Medan Tembus Pasar Global
Rico Waas Dorong PWPM Medan Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Pemberitaan
Aceh Tengah Percepat Pemulihan Pascabencana, Akses Warga Jadi Prioritas Utama
Rico Waas: PWPM Jangan Sekadar Paguyuban, Harus Mampu Beri Arah Pembangunan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru