BREAKING NEWS
Rabu, 14 Oktober 2026

Usul Lebar Alur di Atas 80 Meter, Wali Kota Tanjungbalai Kejar Penetapan Pelayaran demi Investasi dan Nelayan

Muhammad Taufik - Jumat, 21 Agustus 2026 07:44 WIB
Usul Lebar Alur di Atas 80 Meter, Wali Kota Tanjungbalai Kejar Penetapan Pelayaran demi Investasi dan Nelayan
Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim, saat menghadiri kegiatan sinkronisasi teknis rencana penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Tanjungbalai Asahan yang digelar Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Bogor, pada 19
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANJUNGBALAI - Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mendukung rencana penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara. Penetapan alur dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus memperkuat konektivitas, distribusi logistik, serta investasi di wilayah tersebut.

Dukungan itu disampaikan Mahyaruddin saat menghadiri kegiatan sinkronisasi teknis rencana penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Tanjungbalai Asahan yang digelar Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Bogor, pada 19-21 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut mempertemukan kementerian, lembaga, Pemko Tanjungbalai, Pemerintah Kabupaten Asahan serta sejumlah pemangku kepentingan untuk menyelaraskan data, hasil kajian dan aspek teknis yang menjadi dasar penyusunan dokumen penetapan alur pelayaran.

Baca Juga:

Direktur Kenavigasian Kementerian Perhubungan Hernadi Tri Cahyanto mengatakan alur pelayaran menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keselamatan navigasi karena merupakan jalur utama pergerakan kapal.

"Pelabuhan Tanjungbalai Asahan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah Sumatera Utara. Seiring meningkatnya aktivitas pelayaran, diperlukan alur pelayaran yang mampu memberikan kepastian navigasi sekaligus menjamin keselamatan pelayaran secara berkelanjutan," kata Hernadi.

Menurut Hernadi, penetapan alur pelayaran harus didukung data dan kajian teknis yang akurat. Sinkronisasi diperlukan untuk memastikan seluruh data, rekomendasi dan perencanaan yang digunakan telah memenuhi standar keselamatan pelayaran.

Penetapan alur tersebut nantinya juga menjadi dasar dalam penataan sarana bantu navigasi pelayaran serta pengelolaan lalu lintas kapal agar lebih aman dan efektif.

Direktorat Kenavigasian bersama Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Belawan sebelumnya telah melakukan sejumlah tahapan teknis. Di antaranya survei hidro-oseanografi untuk mendapatkan data kedalaman perairan, kondisi dasar laut, arus dan pasang surut, penyusunan desain teknis alur serta kajian risiko navigasi.

Kepala Biro Hukum Kementerian Perhubungan F. Budi Prayitno menegaskan penetapan alur pelayaran juga harus memiliki dasar hukum yang kuat.

"Penetapan alur pelayaran pada hakikatnya merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keselamatan pelayaran. Melalui penetapan tersebut, negara memberikan kepastian mengenai ruang pelayaran yang dapat digunakan secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Budi.

Dalam sesi diskusi, Mahyaruddin memberikan sejumlah masukan kepada pemerintah. Salah satunya terkait pendampingan kawasan alur agar tidak mengganggu area penangkapan ikan nelayan tradisional.

Mahyaruddin juga mengusulkan agar pengerukan alur pelayaran dilakukan dengan lebar lebih dari 80 meter. Selain itu, pengerukan diusulkan mencakup kawasan Pelindo sehingga apabila ke depan terjadi pengembangan pelabuhan, kapasitas alur sudah mendukung kebutuhan kapal yang lebih besar.

Pemko Tanjungbalai, kata Mahyaruddin, mendukung penuh kebijakan penetapan alur pelayaran masuk Pelabuhan Teluk Nibung sebagai bagian dari upaya mendorong investasi serta pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru.

Menurutnya, peningkatan konektivitas maritim dapat memperkuat daya saing ekonomi daerah sekaligus membuka peluang pengembangan sektor perikanan.

"Kami mendukung sepenuhnya kebijakan penetapan alur pelayaran masuk Pelabuhan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai dalam mendorong investasi dan inovasi dalam ekonomi hijau dan ekonomi biru untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan ekonomi," kata Mahyaruddin.

Dia berharap penetapan alur pelayaran tersebut dapat meningkatkan produktivitas perikanan dan nilai tambah hasil perikanan di Tanjungbalai. Infrastruktur pendukung juga dinilai perlu diperkuat untuk mendorong hilirisasi sektor perikanan.

"Harapannya dengan penetapan alur pelayaran masuk Pelabuhan Tanjungbalai Asahan meningkatkan produktivitas perikanan dan nilai tambah perikanan serta peningkatan infrastruktur yang mendukung hilirisasi perikanan sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kota Tanjungbalai 2025-2029," pungkasnya.

Hasil sinkronisasi teknis selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen usulan penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Tanjungbalai Asahan sebelum diajukan untuk proses penetapan sesuai ketentuan yang berlaku.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Tanjungbalai Usulkan Alur Pelayaran Pelabuhan Diperlebar di Atas 80 Meter, Ini Alasannya
Kabar OTT di Bogor Mencuat, KPK: Tidak Benar!
"Sering Sekali Salah Data," Said Didu Kritik Pidato Prabowo soal Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu
Komisi V DPR Sebut Indonesia Darurat Angkutan Laut: 601 Kecelakaan Kapal Terjadi hingga Agustus 2026, 203 Orang Masih Hilang
Rumah Susanah Dipasangi Garis Polisi Usai Viral Disebut Prabowo
Semarak HUT ke-81 RI, 38 Stan Bazar Meriahkan Malam Tasyakuran di Sunrise River Bogor
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru