BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

Rico Waas Minta CSR Perbankan Tak Sekadar Bantuan, Harus Tinggalkan Legacy untuk Medan

Abyadi Siregar - Jumat, 21 Agustus 2026 19:00 WIB
Rico Waas Minta CSR Perbankan Tak Sekadar Bantuan, Harus Tinggalkan Legacy untuk Medan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi pihak BSI di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (21/8/2026). (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong perbankan, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI), mengarahkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR pada kebutuhan nyata masyarakat.

Menurut Rico, CSR seharusnya tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat.

Program tersebut perlu dirancang agar memberikan manfaat dalam jangka panjang dan meninggalkan dampak bagi Kota Medan.

Baca Juga:

"CSR tidak cukup sekadar menjadi bantuan sesaat, tetapi harus melahirkan program yang berkelanjutan dan meninggalkan legacy bagi Kota Medan," ucap Rico Waas saat menerima audiensi pihak BSI di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (21/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Rico mengatakan Pemerintah Kota Medan terbuka untuk membangun kerja sama dengan perbankan melalui program CSR.

Namun, kerja sama tersebut harus disusun secara konkret berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Audiensi itu antara lain dihadiri Area Manager Area Medan Raya Jefri Sofyan, Plt. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Medan Suluh Aulia Harahap, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Medan Surya Syahputra Pulungan, serta Plt. Direktur Utama RSUD Dr. Pirngadi Medan Mardohar Tambunan.

"Kalau memang ada beberapa segmentasi yang bisa kita capai, saya rasa baik saja," kata Rico Waas.

Rico mengatakan bidang kesehatan dapat menjadi salah satu prioritas kerja sama CSR.

Penanganan stunting, misalnya, dapat masuk dalam program apabila memang menjadi kebutuhan yang ingin ditangani bersama.

Selain kesehatan, ia membuka peluang kerja sama di bidang UMKM, penanganan kemiskinan, literasi, hingga pencegahan narkoba.

Menurut Rico, bentuk CSR tidak harus selalu berupa bantuan dengan pola yang sama.

Ia mendorong perusahaan mencari program yang lebih kreatif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Kenapa enggak CSR-nya yang lain? Kebun Binatang Medan saja kasih makan kebun binatang Medan, itu CSR. Kalau perlu, salah satu binatang di situ menjadi anak angkat satu perusahaan," ujarnya.

Rico juga mengajak perusahaan mengambil bagian dalam penghijauan kota.

Penanaman pohon maupun pembangunan taman kota dinilai dapat menjadi bentuk CSR yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

"Kalau kita kekurangan pohon, tanam saja pohon. Boleh kasih label kecil di situ. Asal pohonnya ditanam, ada hijau-hijau. Bikin taman kota juga silakan," katanya.

Selain program sosial dan lingkungan, Rico melihat perbankan memiliki peluang besar untuk membantu pelaku UMKM naik kelas.

Ia menyebut BSI memiliki sejumlah program yang dapat diarahkan untuk membantu masyarakat yang ingin memulai usaha.

Bantuan tersebut dapat berupa penyediaan peralatan usaha hingga pendampingan.

"Kalau mau sustain, ya mungkin bisa menjadi pendampingan," ujarnya.

Rico bahkan membuka kemungkinan pola kerja sama yang lebih jauh, termasuk sharing modal bagi UMKM binaan, sepanjang memungkinkan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, pendampingan penting agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pemberian modal atau peralatan, tetapi mampu membuat usaha masyarakat bertahan dan berkembang.

Rico menegaskan Pemko Medan tidak ingin sekadar meminta perusahaan menyalurkan CSR.

Menurut dia, tanggung jawab sosial harus muncul dari kesadaran perusahaan untuk ikut menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Kami tidak ingin mengejar terkesan, 'Mana nih CSR kalian?' Saya enggak seperti itu. Kalau kita bicara responsibility, itu adalah panggilan," tegasnya.

Karena itu, Rico berharap perbankan dapat berlomba membuat program CSR yang kreatif dan benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

"Kami mengimbau setiap perbankan itu berlomba-lomba menciptakan program kreatif yang bisa kena kepada masyarakat," katanya.

Ia menilai program yang dibangun bersama pemerintah dan perusahaan harus memiliki manfaat jangka panjang.

Dengan begitu, CSR tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari pembangunan Kota Medan.

"Supaya kita bisa punya legacy. Yang terakhir bagi saya adalah tidak habis dibuang, tapi bisa menjadi legacy. Ciptakanlah legacy-legacy baru," pungkasnya.

Dalam audiensi tersebut, BSI turut menyampaikan rencana kolaborasi dengan Pemko Medan di bidang kesehatan melalui kegiatan sosial atau CSR.

Kerja sama juga mencakup kemungkinan pemanfaatan sistem layanan BSI di lingkungan Dinas Kesehatan, termasuk RSUD dan puskesmas.

Selain itu, dibahas pula rencana pelaksanaan event Pemerintah Kota Medan Berhaji.

Pertemuan tersebut turut membahas perlunya melibatkan perangkat daerah terkait agar rencana kerja sama dapat disusun secara lebih konkret dan sesuai dengan kebutuhan Pemko Medan.

Dengan pendekatan tersebut, Pemko Medan berharap kolaborasi bersama perbankan tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial, tetapi menghadirkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara berkelanjutan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemko Medan Dorong Car Free Night Kesawan Jadi Magnet Wisata dan Penggerak UMKM
Bobby Nasution: Sumut Kirim 1-2 Ton Produk UMKM untuk Korban Gempa NTT
Film Istimewa Mulai Perjalanan di Sumatera, Sapa Penonton Medan Lewat Cinema Visit
Bobby Nasution Akan Berkantor di Sejumlah Daerah Sumut, Ada Tabagsel hingga Kawasan Toba
Pertama Kali! Produk UMKM Medan Tembus Etalase Uniqlo, Wali Kota Rico Waas: Kesempatan ke Pasar Lebih Luas
Pemprov Sumut Siapkan BKK Rp5-50 Miliar untuk Program Kampung Kreatif Sumut Berkah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru