Febrie Adriansyah Ungkap Alasan Tinggalkan Jabatan Jampidsus, Siapa yang Memintanya Mundur?
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mengungkapkan bahwa dirinya meningg
HUKUM DAN KRIMINAL
NIAS BARAT – Kasus kemesraan antara Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu, dan Kepala Dinas Pariwisata, April Imelda Juita Hia, menjadi sorotan publik setelah foto dan video mereka beredar luas di media sosial. Momen intim tersebut viral setelah diunggah oleh akun Facebook Nytedaeli Pak Oliv Daeli pada 2 Oktober 2024, membuat banyak pihak terkejut, terutama di kalangan pegawai negeri sipil (ASN) di lingkungan Pemkab Nias Barat.
Menanggapi kejadian ini, Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Nias Barat, Era Era Hia, mengungkapkan rasa malu dan kecewa terhadap perilaku kedua pejabat tersebut. ia menyebut bahwa tindakan mereka mencoreng nama baik pemerintah kabupaten dan menunjukkan kurangnya etika sebagai pemimpin. “Memalukan nama pemerintah Kabupaten Nias Barat, apalagi keduanya pejabat teras,” tegas Era Era Hia.
Era Era Hia juga menekankan pentingnya menjaga etika dan moralitas dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Ia menghimbau kepada seluruh pegawai di Kabupaten Nias Barat untuk lebih berhati-hati dan menahan diri dari godaan, terutama terkait urusan pribadi yang dapat merusak reputasi instansi. “Kepada seluruh ASN agar menjaga etika, kejadian serupa tidak terulang lagi,” tambahnya.
Seiring dengan munculnya kontroversi ini, PLT Bupati mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera mengadakan diskusi mengenai sanksi yang akan dikenakan terhadap Kadis Pariwisata. Ada kemungkinan bahwa April Imelda Juita Hia akan dinonjobkan dari jabatannya. “Mengenai sanksi, akan mendiskusikannya dalam waktu dekat ini terkhusus kepada Kadis Pariwisata bisa saja dinonjobkan jika nanti dalam pembahasan memungkinkan untuk dinonjobkan,” ujarnya.
Kadis Pariwisata, yang saat ini sedang berada di luar kota untuk tugas dinas, akan dipanggil segera setelah kembali. Era Era Hia menambahkan bahwa mereka perlu menyelidiki lebih lanjut mengenai kapan dan di mana kemesraan tersebut terjadi. “Menunggu kepulangan Kadis Pariwisata dari luar kota, akan dipanggil,” jelasnya.
Sejak foto dan video tersebut viral, banyak warga Nias Barat yang berkomentar tentang tindakan kedua pejabat ini. Banyak dari mereka mengekspresikan kekecewaan dan meminta agar pemerintah kabupaten dapat menegakkan disiplin yang lebih ketat di kalangan pejabatnya. Kejadian ini mengingatkan publik akan pentingnya integritas dan akuntabilitas di dalam pemerintahan.
Kasus ini juga menjadi peringatan bagi seluruh ASN agar lebih bijak dalam bersikap dan menjaga citra positif pemerintah. Dengan harapan, insiden serupa tidak akan terulang di masa depan, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap para pejabat di lingkungan Pemkab Nias Barat.
Kehadiran sanksi yang tegas diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat merusak citra instansi pemerintah dan menggugah kesadaran akan pentingnya etika dalam pelayanan publik.
(N/014)
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mengungkapkan bahwa dirinya meningg
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMK
EKONOMI
BANDUNG Presiden ke6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengenang pengalamannya menghadapi demonstrasi selama menjabat
POLITIK
DELI SERDANG Satuan Reserse Narkoba Polresta Deli Serdang menggerebek tiga lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi dan penyalahgunaa
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara (Sumut) meningkat empat kali lipat sepanjang 20
NASIONAL
MEDAN Kisruh pengelolaan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AlHikmah Medan kembali mencuat. Persoalan tersebut mencakup status kepemimpi
NASIONAL
PEKANBARU Yayasan Jaga Riau Indonesia mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau dan Gubernur Riau segera mengambil langkah konkre
NASIONAL
MEDAN Kota Medan mengalami penurunan permukaan tanah sekitar 33 milimeter atau 3,3 sentimeter per tahun. Angka tersebut terungkap dalam
NASIONAL
JAKARTA Suroso Isnandar ditunjuk sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero), menggantikan Darmawan Prasodjo. Pergantian pimpinan perusahaan
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa Don Ritto alias Idon menilai jaksa penuntut umum (JPU) mencampuradukkan honorarium advokat, kegiatan bisnis, dan hubung
HUKUM DAN KRIMINAL