Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Ini kepedulian kita bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan perusahaan yang ikut membantu memberikan CSR kepada para penyelamat lingkungan agar mereka bisa lebih terjamin dalam kehidupannya," pungkasnya.
Salah satu penerima manfaat, Mariati, mengaku terbantu dengan adanya jaminan perlindungan tersebut. Ibu tunggal yang telah bekerja sebagai pemulung selama sekitar lima tahun itu mengatakan dirinya kerap menghadapi risiko kecelakaan saat memilah sampah, termasuk luka akibat terkena pecahan kaca.
Menurut Mariati, jaminan sosial tersebut memberikan rasa aman dalam bekerja sekaligus harapan untuk masa depan anak-anaknya yang masih bersekolah.
"Jaminan sosial ini memberikan rasa aman serta harapan untuk masa depan anak-anak saya. Saya menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Wali Kota Medan Rico Waas yang telah menghadirkan program yang sangat menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat lapisan bawah," ujarnya.
Penerima lainnya, Wagimin, mengatakan sebelumnya dirinya sering mengeluarkan uang pribadi ketika mengalami kecelakaan kerja ringan. Kini, dia merasa lebih tenang setelah mendapatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
"Terima kasih sekali kami sudah dibantu dan diperhatikan. Jaminan perlindungan risiko kerja ini sangat berarti bagi kelangsungan hidup keluarga kami. Dengan adanya program ini, para pekerja informal kini memiliki payung perlindungan saat menjalankan tugas sehari-hari di lapangan," katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Melvi Marlabayana mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemko Medan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja sektor informal persampahan melalui sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan, dan dunia usaha.
Melvi menyebut melalui dukungan UNDP dan PT Cola Company, pihaknya telah mendata 305 penyelamat lingkungan di TPA Terjun. Sejak 2 Juni, mereka disebut telah menyelamatkan 432 ton sampah bernilai ekonomi, termasuk 321 ton sampah plastik.
"Harapannya dengan keberadaan kawan-kawan penyelamat lingkungan ini, sampah yang masih bernilai guna, yang masih mempunyai nilai ekonomi, bisa sama-sama kita selamatkan untuk menjadi rezeki kita," ujar Melvi.
TPA Terjun memiliki luas sekitar 13,8 hektare dengan timbunan sekitar 1,3 juta ton sampah. Setiap hari, TPA tersebut menerima sekitar 1.000 hingga 1.200 ton sampah.
Melalui program perlindungan sosial ini, 150 penyelamat lingkungan di TPA Terjun kini mendapatkan jaminan perlindungan sosial ketenagakerjaan.* (dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.