BREAKING NEWS
Senin, 21 September 2026

Anggaran Dinkes Medan Turun di P-APBD 2026, Rico Waas Buka Suara: Agar Realistis dan Tak Jadi SiLPA

Dharma - Senin, 21 September 2026 20:01 WIB
Anggaran Dinkes Medan Turun di P-APBD 2026, Rico Waas Buka Suara: Agar Realistis dan Tak Jadi SiLPA
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. (Foto: Dinas Kominfo Kota Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN- Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjelaskan penurunan anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2026 terjadi karena adanya penyesuaian belanja pegawai. Penyesuaian dilakukan agar perhitungan anggaran lebih realistis dan tidak berujung pada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

Hal itu disampaikan Rico saat memberikan jawaban kepala daerah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Medan dalam rapat paripurna terkait P-APBD Medan Tahun Anggaran 2026, Senin (21/9/2026).

"Menanggapi pertanyaan penurunan anggaran urusan kesehatan dapat dijelaskan penurunan tersebut karena adanya penyesuaian atas perhitungan belanja pegawai yang lebih realistis agar tidak menjadi silpa seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Rico.

Baca Juga:

Selain persoalan anggaran, Rico turut menjawab sorotan Fraksi PDIP DPRD Medan mengenai pelayanan kesehatan di puskesmas. Salah satu yang disoroti yakni disiplin waktu tenaga medis dan dokter dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Rico mengatakan Pemko Medan terus memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap disiplin tenaga kesehatan di seluruh puskesmas.

"Menanggapi pertanyaan penurunan pelayanan yang dirasakan masyarakat di puskesmas, karena kurang disiplin tenaga medis, dapat kami jelaskan bahwa kami terus berupaya memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap disiplin tenaga kesehatan di seluruh puskesmas," katanya.

Pemko Medan juga memastikan tenaga kesehatan di puskesmas hadir dan siap memberikan pelayanan ketika dibutuhkan masyarakat. Pelayanan, kata Rico, harus diberikan sesuai kompetensi dan standar operasional prosedur (SOP).

"Kami juga memastikan tenaga kesehatan memberikan pelayanan dengan sikap yang profesional dan berorientasi kepada masyarakat," ungkapnya.

Terkait keluhan mengenai keterlambatan distribusi obat ke puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu), Rico mengatakan penyaluran obat telah dilakukan sesuai mekanisme yang disepakati antara Dinas Kesehatan Kota Medan dan puskesmas.

Menurutnya, obat diterima melalui mekanisme distribusi terjadwal maupun mekanisme pelayanan urgen atau kebutuhan yang harus dipenuhi segera.

"Pendistribusian obat diterima oleh Puskesmas melalui mekanisme distribusi terjadwal dan mekanisme pelayanan atau urgen atau seketika," ungkap Rico.

Sementara untuk penanganan stunting, khususnya di kawasan Medan Utara, Pemko Medan menjalankan sejumlah program pencegahan. Di antaranya pelayanan antenatal care (ANC) terpadu bagi ibu hamil serta pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dapat Tambahan TKD Rp 565 Miliar, Rico Waas Tegaskan P-APBD Medan 2026 Fokus Atasi Banjir Hingga Pendidikan
Gubernur Blusukan ke Pulau Terpencil, Administrasi Tetap Beres Berkat SIMANTAP dan Tanda Tangan Elektronik
Warning Keras Hindari Pelanggaran Kapolres Bener Meriah Turun ke Pelosok Cek Proyek Air Bersih Warga
Gempar Razia Tengah Malam di Lapas Binjai Petugas Gabungan Tak Temukan Narkoba, Barang Ini Malah Disita
Tegas! BPOM Ungkap Makanan MBG yang Lewat 4 Jam Langsung Dicap Basi, Ancam Sanksi Tutup Pengelola Nakal
Sentil Promosi MBG di KTT BRICS, Deddy Sitorus Ungkit Kasus Keracunan: 'Negara Lain Punya Intelijen, Malu Tau!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru