Disentil Bobby Soal Silpa Rp 500 M, Rico Waas Buka Suara Buntut DBH Medan Baru Cair 30 Persen
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menanggapi pernyataan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang menyinggung adanya Sisa Le
PEMERINTAHAN
MEDAN- Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjelaskan penurunan anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2026 terjadi karena adanya penyesuaian belanja pegawai. Penyesuaian dilakukan agar perhitungan anggaran lebih realistis dan tidak berujung pada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).
Hal itu disampaikan Rico saat memberikan jawaban kepala daerah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Medan dalam rapat paripurna terkait P-APBD Medan Tahun Anggaran 2026, Senin (21/9/2026).
"Menanggapi pertanyaan penurunan anggaran urusan kesehatan dapat dijelaskan penurunan tersebut karena adanya penyesuaian atas perhitungan belanja pegawai yang lebih realistis agar tidak menjadi silpa seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Rico.Baca Juga:
Selain persoalan anggaran, Rico turut menjawab sorotan Fraksi PDIP DPRD Medan mengenai pelayanan kesehatan di puskesmas. Salah satu yang disoroti yakni disiplin waktu tenaga medis dan dokter dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Rico mengatakan Pemko Medan terus memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap disiplin tenaga kesehatan di seluruh puskesmas.
"Menanggapi pertanyaan penurunan pelayanan yang dirasakan masyarakat di puskesmas, karena kurang disiplin tenaga medis, dapat kami jelaskan bahwa kami terus berupaya memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap disiplin tenaga kesehatan di seluruh puskesmas," katanya.
Pemko Medan juga memastikan tenaga kesehatan di puskesmas hadir dan siap memberikan pelayanan ketika dibutuhkan masyarakat. Pelayanan, kata Rico, harus diberikan sesuai kompetensi dan standar operasional prosedur (SOP).
"Kami juga memastikan tenaga kesehatan memberikan pelayanan dengan sikap yang profesional dan berorientasi kepada masyarakat," ungkapnya.
Terkait keluhan mengenai keterlambatan distribusi obat ke puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu), Rico mengatakan penyaluran obat telah dilakukan sesuai mekanisme yang disepakati antara Dinas Kesehatan Kota Medan dan puskesmas.
Menurutnya, obat diterima melalui mekanisme distribusi terjadwal maupun mekanisme pelayanan urgen atau kebutuhan yang harus dipenuhi segera.
"Pendistribusian obat diterima oleh Puskesmas melalui mekanisme distribusi terjadwal dan mekanisme pelayanan atau urgen atau seketika," ungkap Rico.
Sementara untuk penanganan stunting, khususnya di kawasan Medan Utara, Pemko Medan menjalankan sejumlah program pencegahan. Di antaranya pelayanan antenatal care (ANC) terpadu bagi ibu hamil serta pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil.
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menanggapi pernyataan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang menyinggung adanya Sisa Le
PEMERINTAHAN
LANGKAT Kecelakaan tunggal terjadi di Dusun Titi Kurus, Desa Karya Jadi, Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sebua
PERISTIWA
MEDAN Sidang vonis tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan smartboard di Dinas Pendidikan (Disdik) Langkat tahun anggaran 2024 ditunda
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Harga masker pelindung pernapasan di sejumlah tempat dan apotek di Kota Medan mengalami kenaikan. Pedagang menyebut peningkatan permi
EKONOMI
MEDAN Keluarga mendiang Winda Lorenza Gowasa disebut belum bersedia menjalani pemeriksaan terkait tuduhan yang beredar di media sosial meng
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, m
EKONOMI
SERDANG BEDAGAI Sebanyak 30 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, diketahui pulang dari a
PEMERINTAHAN
MEDAN Polisi menangkap satu dari enam pelaku yang diduga merampok seorang mahasiswa di kawasan tanah garapan, Desa Sampali, Kecamatan Percu
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah memeriksa sekitar 30 orang saksi dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan lahan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Satresnarkoba Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial FYM (42) yang diduga membawa 480,56 gram sabu. Warga Kabupaten Pidi
HUKUM DAN KRIMINAL