BREAKING NEWS
Senin, 28 September 2026

Minta UMKM Medan Naik Kelas, Walkot Rico Waas Peringatkan Pentingnya Kemasan Visual dan TikTok

Abyadi Siregar - Senin, 28 September 2026 08:05 WIB
Minta UMKM Medan Naik Kelas, Walkot Rico Waas Peringatkan Pentingnya Kemasan Visual dan TikTok
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menghadiri Learning Event Program Financial Inclusion for Women Entrepreneur di Grand Ballroom Universitas Prima Indonesia, Minggu (27/9/2026). (Foto: Dinas Kominfo Kota Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN- Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Medan untuk tidak hanya bertahan, tetapi berani naik kelas dengan meningkatkan kualitas produk hingga memperkuat pemasaran digital.

Hal itu disampaikan Rico saat menghadiri Learning Event Program Financial Inclusion for Women Entrepreneur di Grand Ballroom Universitas Prima Indonesia, Minggu (27/9/2026).

Di hadapan ratusan pelaku UMKM perempuan, Rico menyebut ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar produk UMKM Medan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Salah satunya adalah kualitas rasa dan tampilan produk.

Baca Juga:

Menurut Rico, produk UMKM dari 21 kecamatan di Kota Medan memiliki cita rasa yang mampu bersaing. Namun, kualitas produk saja dinilai belum cukup tanpa didukung kemasan yang menarik.

"Orang jualan itu kadang-kadang kelihatan visualnya dulu. Orang tertarik dan berkeinginan membeli diawali dari visualnya," ujar Rico.

Rico juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi serta kelancaran produksi. Menurutnya, pelaku UMKM perlu memastikan produksi di tingkat lokal stabil sebelum membidik pasar nasional maupun internasional.

Selain itu, pemahaman mengenai permodalan, penentuan target pasar dan karakter produk dinilai penting agar setiap UMKM dapat memiliki pasar khusus atau niche market.

Rico juga mendorong pelaku UMKM lebih aktif mengurus berbagai dokumen perizinan usaha, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, BPOM hingga sertifikasi halal.

Untuk mendukung hal tersebut, Rico meminta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan aktif mendata pelaku usaha yang belum memiliki kelengkapan perizinan.

"Pendampingan harus dilakukan secara personal karena tiap UMKM memiliki dinamika masalah yang berbeda," tegasnya.

Di sisi lain, Rico meminta para pengusaha perempuan memanfaatkan smartphone dan media sosial sebagai sarana meningkatkan penjualan. Platform seperti WhatsApp, Facebook, Instagram hingga TikTok dinilai dapat digunakan untuk memperluas pemasaran produk.

Rico juga memberikan apresiasi kepada para perempuan pelaku UMKM yang dinilai berperan penting dalam menopang perekonomian keluarga.

"Saya berharap melalui pelatihan ini menjadi pijakan nyata agar produk-produk UMKM Kota Medan semakin diminati, laris manis, dan mampu bersaing di papan atas," harapnya.

Kegiatan tersebut diselenggarakan DBS Foundation bersama Mercy Corps Indonesia. Program itu menargetkan pelatihan bagi 6.000 pelaku UMKM di Medan, dengan sekitar 800 peserta hadir secara langsung.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Butuh Modal Usaha? Ini Syarat dan Tabel Angsuran KUR BSI 2026 Rp50 Juta
Harga Ayam di Sumut Tembus Rp50.550 per Kg, UMKM Kuliner Mulai Terjepit
Mau Ajukan KUR BNI 2026? Ini Syarat, Cara Daftar hingga Cicilan Rp100 Juta
Sepertiga Harga Produk Sumut Habis untuk Logistik, Kadin Minta Pemprov Beri Kepastian Investasi
Kadin Minta 'Karpet Merah' Investasi, Pemprov Sumut Kebut Infrastruktur dan Dorong UMKM Naik Kelas
300 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan GAMKI Sumut, Pemprov Dorong Usaha Makin Berdaya Saing
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru