BREAKING NEWS
Selasa, 06 Oktober 2026

Air Mata Nurbaini Pecah, Rumah Lapuk yang Dihuni Puluhan Tahun Kini Dibedah Pemko Medan

Abyadi Siregar - Selasa, 06 Oktober 2026 09:36 WIB
Air Mata Nurbaini Pecah, Rumah Lapuk yang Dihuni Puluhan Tahun Kini Dibedah Pemko Medan
Nurbaini, warga Jalan Air Bersih No. 68, Kecamatan Medan Kota, menangis haru, rumah kayu yang sebelumnya lapuk, beratap bocor dan berdinding papan kini diperbaiki melalui program rehabilitasi RTLH Pemerintah Kota Medan. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Air mata kebahagiaan tak terbendung membasahi pipi Nurbaini, 50 tahun, warga Jalan Air Bersih No. 68, Kecamatan Medan Kota.

Janda lima anak itu terharu melihat rumah yang selama puluhan tahun ditempatinya kini berubah menjadi hunian yang lebih layak.

Rumah kayu yang sebelumnya lapuk, beratap bocor dan berdinding papan kini tengah memasuki tahap akhir pembangunan melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kota Medan.

Baca Juga:

Selama bertahun-tahun, Nurbaini harus bertahan dalam kondisi rumah yang serba terbatas.

Selain atap yang bocor dan dinding papan yang semakin lapuk, fasilitas kamar mandi dan sumur juga tidak memadai.

Ia bahkan kerap tidur beralaskan semen di area tempat berjualan.

"Tadinya rumah saya ya sudah hancurlah. Dindingnya papan, sudah bocor-bocor," kenang Nurbaini menahan tangis saat ditemui usai peninjauan.

Perjalanan Nurbaini untuk mendapatkan rumah layak huni tidak mudah. Proposal pengajuan bedah rumah yang diajukannya sempat tiga kali gagal.

"Tiga kali gagal. Digagalkan orang supaya rumah ini jangan pernah terbangun. Sampai saya sakit-sakit dipikirkan orang," ucapnya sambil mengusap air mata yang tak henti menetes.

Meski sempat putus asa, Nurbaini tetap berdoa agar keluarganya bisa memiliki tempat tinggal yang lebih baik.

Harapannya kini mulai terwujud setelah rumah tersebut dibangun melalui program RTLH Pemko Medan.

"Alhamdulillah, saya kepingin punya rumah yang baik, yang pakai keramik. Hanya bisa berdoa sama Allah, dan akhirnya doa saya dijawab. Terima kasih banyak untuk Pak Wali Kota Medan Rico Waas" ungkapnya penuh rasa syukur.

Progres pembangunan rumah Nurbaini ditinjau langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas pada Senin, 5 Oktober 2026 petang.

Bagi Rico Waas, program rehabilitasi RTLH bukan sekadar memperbaiki bagian rumah yang rusak.

Rumah yang dibangun untuk warga penerima bantuan harus benar-benar selesai dan siap ditempati.

Saat meninjau rumah Nurbaini, Rico masih menemukan sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan, di antaranya saluran air dan pengecatan.

"Ini masih ada beberapa yang perlu diatensikan, termasuk saluran air yang masih belum selesai, cat-cat yang juga masih belum kering. Itu perlu diatensikan supaya bisa segera, mungkin seminggu lagi sudah selesai," ujar Rico Waas.

Rico juga meminta agar setelah pembangunan selesai, tidak ada lagi sisa material atau puing bangunan yang tertinggal di sekitar rumah.

Menurut dia, bantuan rumah layak huni tidak berhenti pada pembangunan fisik.

Rumah harus diserahkan dalam kondisi bersih dan nyaman sehingga warga dapat langsung menempatinya.

"Kalau bisa begitu serah terima, memang sudah rumah layak huni yang sudah bersih, sudah bagus. Jangan disisakan puing-puing. Begitu hanya dikasih rumah, sudah, ditinggal. Tidak. Jadi memang bagian dari pelayanan itu adalah sampai selesai betul, harus bersih," tegasnya.

Program rehabilitasi RTLH Pemko Medan menargetkan pembangunan sebanyak 213 unit rumah.

Hingga saat ini, 111 unit atau sekitar 50 persen telah memasuki proses pengerjaan.

Setiap rumah membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 40 hingga 45 hari.

Rico mengatakan, penanganan rumah tidak layak huni merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Ia juga meminta kader Posyandu ikut membantu menemukan keluarga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak agar dapat direkomendasikan untuk mendapatkan perbaikan.

"Kami juga pesankan kepada kader Posyandu untuk bisa mencari ataupun mendapatkan informasi di mana rumah-rumah yang tidak layak huni itu bisa direkomendasi untuk dibenahi," pungkas Rico Waas.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ngeyel! Usai Pecat 4 Pekerja Sepihak, SPPG Medan Tembung 3 Nekad Beri Susu Terlarang BGN ke Anak-Anak
Dari 9 Jadi 26 Anggota, Gaji Wantimpres Kini Rp76,5 Juta: Beban APBN Makin Besar?
Prabowo Menjaga Jarak Aman dengan Jokowi
HUT ke-81 TNI di Labuhanbatu, Bupati Fery: Bersama Rakyat Kita Jaga Daerah Tetap Aman
HUT ke-81 TNI di Kisaran, Bupati Asahan: TNI Harus Terus Hadir di Tengah Masyarakat
Kisah Rosila 37 Tahun Mendiami Rumah Papan, Kini Dapat Bantuan Bedah Rumah Pemko Medan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru