BREAKING NEWS
Jumat, 16 Oktober 2026

232 SPPG Diresmikan di Sumut, Wagub Surya Minta Program MBG Menjangkau Wilayah 3T

Abyadi Siregar - Rabu, 14 Oktober 2026 17:33 WIB
232 SPPG Diresmikan di Sumut, Wagub Surya Minta Program MBG Menjangkau Wilayah 3T
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, saat Peresmian 232 SPPG di Sumatera Utara dari SPPG 3T Negeri Bayu Muslimin, Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Rabu, 14 Oktober 2026. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIMALUNGUN – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyambut peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatera Utara sebagai upaya memperluas akses makanan bergizi bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah.

Ia berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Harapan tersebut disampaikan Surya saat berdialog secara daring dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, dari SPPG 3T Negeri Bayu Muslimin, Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Rabu, 14 Oktober 2026.

Baca Juga:

"Kami sampaikan bahwa Sumut berharap terus ada penambahan SPPG sampai ke daerah yang belum terjangkau BGN, membantu masyarakat, terutama anak sekolah," ucap Surya.

Peresmian 232 SPPG di Sumatera Utara merupakan bagian dari pembukaan 1.400 SPPG secara serentak oleh BGN di berbagai wilayah Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 SPPG berada di wilayah 3T yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Menurut Surya, keberadaan SPPG di wilayah yang sulit dijangkau diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh makanan bergizi tanpa terkendala jarak maupun kondisi geografis.

"Manfaat program ini diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, tanpa terkendala oleh lokasi tempat tinggal maupun kondisi geografis," ujarnya.

Ia menegaskan, peresmian fasilitas harus diikuti dengan pelayanan yang konsisten dan berkelanjutan.

Keberhasilan program MBG, kata dia, tidak cukup hanya dengan membangun atau membuka SPPG, tetapi juga membutuhkan pengelolaan yang baik serta kualitas pelayanan yang terjaga setiap hari.

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, peresmian 1.400 SPPG tersebut merupakan tahap kedua.

Sebelumnya, BGN telah meresmikan 480 SPPG di 16 provinsi di wilayah timur Indonesia.

Pada tahap kedua, BGN memprioritaskan pembukaan SPPG di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi, termasuk daerah 3T.

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang.

Kondisi ini dapat memengaruhi tinggi badan serta perkembangan anak, sehingga pemenuhan gizi menjadi salah satu aspek penting dalam upaya pencegahannya.

"Kami mohon dukungan terus. Kita akan terus prioritaskan SPPG di wilayah 3T dan wilayah dengan tingkat stunting tinggi dan tinggi sekali," ucap Sudaryono.

Sudaryono juga meminta kepala daerah dan perangkat daerah ikut mengawasi pelaksanaan program MBG.

Pengawasan diperlukan untuk memastikan fasilitas, kebersihan, dan pelayanan SPPG memenuhi standar yang ditetapkan.

Ia meminta pemerintah daerah memberikan rekomendasi kepada BGN apabila menemukan fasilitas atau pelayanan yang belum sesuai ketentuan.

"Kalau IPA dan fasilitas, higienis, tidak sesuai mohon rekomendasi disampaikan. Rekomendasi kepala daerah pasti menjadi acuan kami, kami ingin kepala daerah trlibat dan keterlibatan perangkat daerah juga sangat diharapkan," ucapnya.

Setelah mengikuti peresmian, Surya meninjau langsung fasilitas SPPG 3T Negeri Bayu Muslimin di Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Peninjauan dilakukan dengan melihat sejumlah ruangan, mulai dari ruang ompreng, ruang persiapan, hingga ruang memasak.

Kegiatan tersebut bertujuan melihat kesiapan fasilitas dalam mendukung pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Kehadiran SPPG di wilayah 3T juga mendapat sambutan positif dari warga.

Nursiah Kurniati, salah seorang orang tua siswa, mengaku antusias dengan pelaksanaan program MBG bagi anak-anak sekolah.

Ia berharap kedua anaknya yang kini duduk di kelas I dan V sekolah dasar semakin bersemangat mengonsumsi makanan bergizi melalui program tersebut.

"Kalau di rumah anak-anak kan sudah makan. Kalau disekolah makannya ramai kawan-kawannya, jadikan tambah selera makan," pungkasnya.

Perluasan SPPG di Sumatera Utara diharapkan dapat memperluas jangkauan program MBG, khususnya bagi anak-anak di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Selain pemerataan layanan, pengawasan kualitas makanan, kebersihan fasilitas, dan konsistensi pelayanan menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan masyarakat.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polda Sumut Sita 437 Vape Diduga Mengandung Etomidate, Dua Orang Ditangkap di Medan
Bikin Bangga! Pesepak Bola Muda Batu Bara Antar Timnas Putri Indonesia U-17 Lolos ke Piala Asia 2027
RDP Kematian Winda Lorenza di DPRD Sumut Buntu, Polda Sumut dan Polrestabes Medan Absen
Anggota DPRD Sumut Dhody Thahir Bebas dari Tahanan Usai Menang Praperadilan, Kuasa Hukum: Semoga Tak Ada Kriminalisasi Produk Advokat
Bupati Asahan Evaluasi Program MBG, 81 SPPG Diminta Jaga Kualitas dan Keamanan Makanan
DUGAAN SKANDAL MARK-UP MBG: SPPG Tembung 3 Belanja Bahan Baku Harian di Dua Usaha Dagang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru