BREAKING NEWS
Selasa, 20 Oktober 2026

Kejar Swasembada Pangan! Pemprov Sumut Siapkan 9.624 Hektare Lahan Bawang Putih di 9 Wilayah

Adelia Syafitri - Selasa, 20 Oktober 2026 19:05 WIB
Kejar Swasembada Pangan! Pemprov Sumut Siapkan 9.624 Hektare Lahan Bawang Putih di 9 Wilayah
Kantor Gubernur Sumatera Utara. (Foto: Dok. sumutprov)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong pengembangan budidaya bawang putih dengan potensi lahan seluas 9.624 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi lokal, memperkuat sektor pertanian, dan mendukung kemandirian pangan.

Wakil Gubernur Sumut Surya mengatakan, pengembangan bawang putih perlu diiringi peningkatan produktivitas, penguatan kapasitas petani, serta kepastian pasar bagi hasil panen.

Menurutnya, Sumut memiliki kondisi agroklimat yang mendukung pengembangan komoditas bawang putih. Potensi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat produksi dalam daerah sekaligus mendukung upaya swasembada pangan nasional.

Baca Juga:

"Dari total potensi pengembangan seluas 9.624 hektare tersebut, tersebar di Kabupaten Samosir seluas 5.001 hektare, Karo 2.995 hektare, Humbanghasundutan 411 hektare, Simalungun 384 hektare, Dairi 288 hektare, Toba 234 hektare, Tapanuli Utara 198 hektare, Deliserdang 73 hektare, dan Mandailing Natal 40 hektare," jelas Surya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan data yang disampaikan Pemprov Sumut, Kabupaten Samosir memiliki potensi pengembangan lahan bawang putih terluas, yakni 5.001 hektare. Berikutnya Kabupaten Karo dengan 2.995 hektare.

Sementara itu, potensi lahan di tujuh kabupaten lainnya terdiri atas:

- Humbang Hasundutan: 411 hektare
- Simalungun: 384 hektare
- Dairi: 288 hektare
- Toba: 234 hektare
- Tapanuli Utara: 198 hektare
- Deli Serdang: 73 hektare
- Mandailing Natal: 40 hektare

Sebaran tersebut mencerminkan potensi pengembangan bawang putih di sejumlah wilayah Sumut. Pemanfaatannya diharapkan dapat memperluas produksi lokal dan membuka peluang peningkatan pendapatan petani.

Surya menegaskan, pengembangan lahan harus diikuti ketersediaan benih bermutu agar budidaya menghasilkan produksi sesuai target.

Selain benih, kepastian pasar dan keberadaan pembeli atau *offtaker* juga perlu diperhatikan. Kapasitas penangkar benih dan kelompok tani dinilai harus diperkuat agar kegiatan budidaya dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Maka dari itu produktivitas harus kita dorong untuk mencapai target 20 ton per hektare panen basah," ucapnya.

Pemprov Sumut, lanjut Surya, akan terus mendorong dan mengawal pengembangan bawang putih agar peningkatan produksi berjalan seiring dengan kepastian pemasaran.

Dengan adanya kepastian pasar, petani diharapkan dapat menjalankan usaha secara lebih terencana dan memperoleh harga yang menguntungkan.

Surya berharap koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan Kementerian Pertanian semakin kuat. Menurutnya, kerja sama diperlukan agar pengembangan bawang putih dapat berjalan terarah dan memberikan manfaat bagi petani.

"Untuk itu saya berharap koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kabupaten, dan Kementerian Pertanian semakin kuat. Sehingga pengembangan bawang putih di Sumut dapat berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi petani," harapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule menyebut Sumut menjadi bagian dari alokasi kawasan strategis pengembangan hortikultura nasional untuk mendukung swasembada bawang putih.

Menurutnya, kondisi agroklimat dan potensi wilayah Sumut menjadi modal untuk mengembangkan komoditas tersebut sebagai sumber produksi lokal.

"Pengembangan bawang putih untuk memperkuat ketersediaan dan produksi lokal. Sumut menjadi sentra pengembangan bawang putih guna mendukung swasembada pangan nasional," jelasnya.

Pengembangan bawang putih di Sumut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga memperkuat ketersediaan pasokan dalam negeri. Keberhasilan program ini akan bergantung pada pemanfaatan potensi lahan, kualitas benih, produktivitas, dan kepastian pasar bagi petani.* (tm/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Antar Pemko Medan Raih Kategori Informatif Tertinggi, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane Sabet KI Sumut Award
Wagub Sumut Surya Minta Seluruh Instansi Terbuka soal Anggaran dan Program Pembangunan
Tinggal 13 Hari, Wagub Sumut Desak Penyerahan Aset RSUD dr M Thomsen Nias Dituntaskan
Dampak Imbas Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Medan Melonjak Tembus 45 Ribu
Buka Rakernas V MPK di Tarutung, Wagub Sumut Tekankan Pentingnya Transformasi Sekolah Kristen
232 SPPG Diresmikan di Sumut, Wagub Surya Minta Program MBG Menjangkau Wilayah 3T
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru