BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Kritik dan Poster Kontroversial Jadi Sorotan!

BITVonline.com - Minggu, 25 Agustus 2024 10:19 WIB
Kritik dan Poster Kontroversial Jadi Sorotan!
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SUMBAR –Ratusan pendemo yang tergabung dalam aksi bertajuk ‘Selamatkan Republik, Kawal Putusan Mahkamah Konstitusi (MK)’ masih bertahan di depan Gedung DPRD Sumatera Barat (Sumbar) hingga saat ini. Mereka tetap bersikeras menyuarakan kritik terhadap pemerintah dan proses legislasi yang mereka anggap tidak transparan.

Poster Kontroversial Menjadi Sorotan

Dalam kerumunan massa, satu poster menarik perhatian banyak pihak. Poster tersebut bertuliskan “Negara Diperkosa 1 Keluarga”, yang dibawa oleh Rahmi Sabrina, seorang mahasiswa Universitas Andalas. Rahmi menjelaskan bahwa poster itu merupakan bentuk protesnya terhadap apa yang dianggapnya sebagai manipulasi aturan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) demi kepentingan keluarga.

“Bisa kita lihat yah, semua perubahan dimulai dari MK pada awal Pilpres itu. Sudah dirubah-rubah dan diacak-acak. Tapi karena MK sudah berubah ketua. Dan baru MK jalanya lurus karena tidak diisi oleh kroco Jokowi. Namun DPR yang masih diisi kroco Jokowi dengan mudah merubah aturan. Di mana itu tujuannya menaikkan keluarganya. Jadi kita saat ini diperkosa satu keluarga Jokowi,” ungkap Rahmi Sabrina

Tuduhan Politik Dinasti

Rahmi Sabrina dan massa aksi lainnya menilai bahwa langkah-langkah yang diambil DPR RI untuk menjegal keputusan MK adalah bagian dari skenario untuk melanggengkan dinasti politik. Menurut mereka, tindakan tersebut bertujuan untuk memastikan anggota keluarga Presiden Jokowi, seperti Gibran Rakabuming Raka yang telah menjadi Wakil Presiden, serta Kaesang Pangarep dan menantunya, dapat menduduki posisi penting dalam pemerintahan.

“Anaknya ya, diarahkan menjadi Wakil Presiden dan Gubernur. Untuk Gibran sudah menjadi wakil. Tinggal Kaesang dan menantunya yang akan menjadi Gubernur. Jadi di sana rakyat Indonesia jatuh. Kita sudah melihat, anak-anaknya hingga menantunya harus naik dalam kekuasaan, sehingga politik dinasti sudah dilanggengkan oleh mereka,” tambah Rahmi dengan penuh emosi.

Aksi Berlanjut, Pimpinan DPRD Sumbar Tidak Dapat Ditemui

Hingga pukul 15.35 WIB, massa aksi telah bergeser ke depan gerbang Gedung DPRD Sumbar dengan tujuan untuk memasuki kantor wakil rakyat tersebut. Sebelumnya, mereka berkumpul di Jalan Simpang Tiga DPRD untuk menyampaikan tuntutan mereka. Massa aksi meminta pimpinan DPRD Sumbar untuk menemui mereka, namun sampai saat ini pimpinan DPRD Sumbar belum kunjung hadir.

Informasi yang diterima detikSumut menyebutkan bahwa pimpinan dan anggota DPRD Sumbar saat ini berada di luar daerah dalam rangka kunjungan kerja. Hal ini menyebabkan ketidakhadiran mereka dalam pertemuan dengan massa aksi.

Kesimpulan dan Penutup

Aksi ‘Selamatkan Republik, Kawal Putusan MK’ menunjukkan betapa kuatnya perasaan ketidakpuasan di kalangan masyarakat terhadap kebijakan dan proses legislatif yang dianggap tidak adil. Poster yang dibawa Rahmi Sabrina dan tuntutan massa aksi menggambarkan keresahan yang mendalam terhadap praktek politik yang mereka anggap sebagai bentuk pelanggaran hak rakyat.

Sementara itu, pimpinan DPRD Sumbar dan pemerintah diharapkan untuk segera merespons tuntutan masyarakat dan mencari solusi yang dapat meredakan ketegangan serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi legislatif.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru