Tanpa APBN, RI Gandeng Swasta untuk Storage Minyak Cadangan Nasional
JAKARTA Pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan (storage) minyak dengan kapasitas hingga tiga bulan, jauh lebih besar diban
EKONOMI
JATENG –Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jateng melakukan aksi berkemah di depan Kompleks Kantor DPRD Jateng, Kota Semarang, Jawa Tengah, dini hari tadi. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap hasil rapat Panja (Panitia Kerja) mengenai revisi Undang-Undang Pilkada serta mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera menerbitkan Peraturan KPU (PKPU) Pilkada 2024.
Dalam aksi yang dimulai sejak malam, massa mahasiswa tampak mendirikan tenda dan menggelar kegiatan kemah sebagai simbol perjuangan mereka. Mereka mengungkapkan kekecewaan terhadap proses legislasi yang dianggap tidak transparan dan tidak sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait UU Pilkada.
“Tujuan kami jelas, kami mendesak DPR untuk mencabut hasil rapat Panja yang dinilai merugikan masyarakat dan tidak sejalan dengan keputusan MK,” ujar Ketua Badan Koordinasi HMI Jateng, Ahmad Fadli, dalam orasinya. “Kami juga meminta KPU untuk segera mengeluarkan PKPU yang sesuai dengan keputusan MK Nomor 60/PUU-XXI/2024 dan Nomor 70/PUU-XXI/2024, agar pelaksanaan Pilkada 2024 berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.”
Aksi ini menjadi sorotan karena melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah yang secara aktif terlibat dalam gerakan ini. Mereka merasa bahwa revisi UU Pilkada yang dilakukan oleh DPR dan Panja telah mengabaikan aspirasi masyarakat dan potensi dampaknya terhadap kualitas demokrasi di tingkat daerah.
Mahasiswa juga menyoroti ketidakpastian yang muncul akibat revisi UU Pilkada tersebut, termasuk kekhawatiran tentang keadilan dalam pemilihan kepala daerah dan potensi manipulasi politik yang dapat merugikan pemilih.
Menurut informasi yang diterima, aksi ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi non-pemerintah. Mereka turut mendukung tuntutan mahasiswa agar proses legislasi dilakukan dengan lebih transparan dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi.
Sementara itu, pihak DPRD Jateng dan KPU masih belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi ini. Namun, aksi berkema ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga tuntutan mahasiswa dipenuhi.
Mahasiswa HMI Jateng menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan langkah-langkah lanjutan jika tuntutan mereka tidak diindahkan. Aksi ini menjadi refleksi dari peran aktif mahasiswa dalam menjaga dan mengawal proses demokrasi di Indonesia.
(N/014)
JAKARTA Pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan (storage) minyak dengan kapasitas hingga tiga bulan, jauh lebih besar diban
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia menargetkan pembangunan pembangkit tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt sebagai
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP), Japto Soerjosoemarno, menerima jatah bulan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengimbau orang tua memanfaatkan libur Lebaran untuk memperkuat interaksi langsung
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Keuangan mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 61,62 juta penerima hingga 9 Maret 2026, denga
EKONOMI
MEDAN Operasional 252 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatera Utara dihentikan sementara karena belum melakukan pendaftaran S
KESEHATAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus mampu memberikan keuntungan maksimal bagi negar
EKONOMI
MEDAN Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengunjungi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, Selasa (10/3/2026), unt
NASIONAL
BANDA ACEH Personel Bidang Humas Polda Aceh membagikan ratusan kilogram kurma bantuan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah,
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan adanya aturan yang melarang audit terhadap anak usaha Badan Usaha Milik Negara (B
EKONOMI