BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

Bahlil Bantah Terpilih Jadi Ketum Golkar karena Intervensi Pemerintah

BITVonline.com - Rabu, 21 Agustus 2024 09:18 WIB
Bahlil Bantah Terpilih Jadi Ketum Golkar karena Intervensi Pemerintah
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA –Bahlil Lahadalia resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Partai Golkar definitif untuk periode 2024-2029 dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8). Pengukuhan ini menandai akhir dari proses pemilihan internal Partai Golkar yang relatif mulus dan tanpa hambatan berarti, dengan Bahlil terpilih secara aklamasi.

Aklamasi dan Dukungan Pemerintah

Kepastian terpilihnya Bahlil Lahadalia secara aklamasi menuai berbagai spekulasi mengenai adanya intervensi dari pemerintah. Beberapa pihak menduga bahwa posisi Bahlil sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan keuntungan tersendiri, memfasilitasi jalannya proses pemilihan dalam partai. Namun, Bahlil dengan tegas membantah adanya intervensi dari pemerintah dalam proses pemilihannya.

“Kebetulan saya jadi menteri kemudian dibilangin intervensi, enggak ada itu, intervensi jadi nggak ada,” ungkap Bahlil usai pengukuhan. Pernyataan ini menunjukkan tekadnya untuk menegaskan independensinya dari dugaan campur tangan eksternal, serta menyoroti bahwa proses internal partai dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Kepemimpinan dan Kompetisi Internal

Meski terpilih secara aklamasi, Bahlil mengungkapkan bahwa ia sebenarnya lebih senang jika ada kompetisi dalam pemilihan ketua umum. Ia menyatakan ketertarikan untuk berkompetisi dengan calon lain sebagai bagian dari proses demokrasi internal yang sehat. “Silakan aja di kompetisi, saya juga lebih senang sebenarnya kompetisi, tapi kalau nggak ada ya mau apa lagi. Ini juga bagian dari demokrasi,” ujarnya.

Bahlil juga membandingkan dirinya dengan ketua umum Golkar terdahulu, seperti Jusuf Kalla dan Airlangga Hartarto. Menurutnya, semua ketum Golkar sebelumnya memiliki kedekatan khusus dengan pemerintah, dan tidak ada yang menganggap hal tersebut sebagai masalah. “Masa dulu calon-calon Ketua Umum Golkar yang sudah jadi dari Pak JK sampai Airlangga nggak ada tuh istilah itu,” jelas Bahlil.

Visi dan Misi Kepemimpinan

Sebagai Ketua Umum yang baru, Bahlil Lahadalia memiliki visi untuk menghilangkan faksi-faksi dalam tubuh Partai Golkar dan membangun organisasi yang lebih solid. Dalam penyampaian visinya, Bahlil mengusulkan struktur kepengurusan yang lebih ramping, dengan jumlah pengurus di bawah 100 orang. Ia mengharapkan bahwa pengurangan jumlah pengurus akan mengurangi perpecahan dan lebih fokus pada program kerja daripada hanya pada administrasi organisasi.

“Jalan ke depan, selain dari apa yang saya sampaikan tadi, adalah kita ingin untuk tidak boleh lagi Golkar ke depan ada faksi A, faksi B, faksi C. Faksi kita cuma satu, partai Golkar,” tekad Bahlil. Ia juga meminta para senior dalam partai untuk berhenti dengan gaya lama yang penuh dengan faksi-faksi.

Tantangan ke Depan

Dengan terpilihnya Bahlil Lahadalia sebagai ketua umum, Partai Golkar menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan kepemimpinan baru dan melaksanakan reformasi internal yang telah direncanakan. Bahlil, sebagai pemimpin yang terpilih dalam situasi yang relatif mulus, akan menghadapi tugas berat untuk menjaga stabilitas dan konsolidasi dalam partai menjelang pemilihan umum mendatang serta memastikan bahwa semua program dan visi yang dicanangkan dapat terlaksana dengan baik.

Pengukuhan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Partai Golkar menandai babak baru bagi partai bersejarah ini, dengan harapan agar kepemimpinannya dapat membawa perubahan positif dan memperkuat posisi Partai Golkar dalam kancah politik Indonesia.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru