BREAKING NEWS
Rabu, 11 Maret 2026

PKB Gelar Muktamar di Bali: Cak Imin Tawarkan Ngopi Bareng PBNU, Menyoroti Ketegangan dan Isu Internal

BITVonline.com - Kamis, 15 Agustus 2024 06:52 WIB
PKB Gelar Muktamar di Bali: Cak Imin Tawarkan Ngopi Bareng PBNU, Menyoroti Ketegangan dan Isu Internal
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BALI –Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar Muktamar pada 24-25 Agustus 2024 di Bali. Muktamar ini akan menjadi momen penting bagi PKB untuk membahas sejumlah keputusan strategis, termasuk posisi partai dalam Pilgub Jakarta dan sikap terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, menyatakan bahwa dia terbuka untuk berbincang santai dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebelum muktamar berlangsung. Hal ini mencerminkan upaya untuk meredakan ketegangan yang telah terjadi antara PKB dan PBNU belakangan ini.

Cak Imin Ajak Ngopi Bareng

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Cak Imin mengungkapkan keinginannya untuk melakukan pertemuan informal dengan PBNU. “Lebih baik kalau ngajak ngopi baik, tapi ya niatnya yang sopan, anda sopan saya segan, anda kurang ajar saya hajar,” ujar Cak Imin. Pernyataan ini menandakan niatnya untuk menjaga hubungan baik meskipun ada ketegangan yang mengemuka.

Ketegangan antara PKB dan PBNU terjadi setelah sejumlah isu internal yang melibatkan kedua organisasi. Cak Imin berharap bahwa dengan melakukan pertemuan, kedua belah pihak bisa saling menghormati dan memahami posisi masing-masing. Dia juga menegaskan bahwa PBNU tidak perlu mencampuri urusan internal PKB, dan sebaliknya, PKB juga harus menghargai PBNU.

Ketegangan dan Isu Internal

Hubungan antara PKB dan PBNU mulai memanas beberapa pekan terakhir. Salah satu pemicu ketegangan adalah pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Haji di DPR oleh PKB, yang dipimpin langsung oleh Cak Imin. Pembentukan pansus ini mendapat perhatian dan kritik dari PBNU, yang menilai langkah tersebut tidak sesuai dengan keyakinan NU.

PBNU juga berupaya mengembalikan PKB ke jalur yang sesuai dengan keyakinan NU dengan membentuk tim khusus. Tim ini bertugas untuk mengevaluasi dan memberikan rekomendasi mengenai arah politik PKB. Selain itu, PBNU aktif memanggil mantan pengurus PKB dan kader yang memiliki hubungan dengan Cak Imin untuk meminta keterangan terkait tudingan perebutan PKB yang terjadi pada konflik 2008 silam.

Beberapa tokoh yang telah dipanggil oleh PBNU termasuk mantan Sekjen PKB, Lukman Edy, dan kader PKB yang kini menjadi anggota NasDem, Effendi Choirie. PBNU juga memanggil Sekjen PKB saat ini, Hasanuddin Wahid, atau yang dikenal dengan Cak Udin, namun Cak Udin belum memenuhi panggilan tersebut.

Tindakan Kemenkes Terkait KDRT di PPDS

Ketegangan antara PKB dan PBNU terjadi di tengah perhatian publik terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di kalangan calon dokter spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah melakukan investigasi terhadap kasus tersebut dan menerapkan sanksi berat bagi pelaku KDRT di lingkungan rumah sakit pendidikan.

Dengan Muktamar yang semakin dekat, PKB menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal. Sementara itu, Cak Imin terus berupaya menjaga hubungan baik dengan PBNU, meskipun ada perbedaan pandangan dan konflik yang belum sepenuhnya terselesaikan. Semua pihak diharapkan dapat menurunkan ketegangan dan fokus pada kepentingan bersama untuk kemajuan partai dan organisasi masing-masing.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru