Pengungsi Bencana Tandihat di Huntara: Nyaman Tapi Rindu Rumah Sendiri
TAPSEL Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyatakan merasa n
NASIONAL
JAKARTA -Perdebatan antara Waketum Partai Gerindra, Habiburokhman, dan pengacara Refly Harun terkait pemilihan umum dan proses persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan gambaran tajam tentang dinamika politik dan hukum yang sedang berkembang di Tanah Air. Sementara Refly Harun memunculkan harapan baru terkait sengketa Pilpres, Habiburokhman menilai hal tersebut sebagai “halusinasi level dewa” yang tidak didukung oleh fakta persidangan yang ada.
Habiburokhman secara tegas menegaskan bahwa tidak ada bukti konkret di persidangan MK yang mendukung adanya kecurangan dalam pemilihan umum tahun ini. Pernyataan Refly Harun yang mengedepankan kemungkinan pemungutan suara ulang dan berandai-andai tentang kemungkinan menang kubu tertentu dinilai tidak realistis. Menurut Habiburokhman, keterangan empat menteri yang memberikan penjelasan terkait bantuan sosial (bansos) telah mematahkan tuduhan bahwa bansos dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu.
Namun, Refly Harun memandang situasi ini dari sudut pandang yang berbeda. Ia menyatakan bahwa ada empat komponen kunci yang bisa menentukan apakah pemungutan suara akan diulang, terutama antara kubu 01 dan 03. Refly Harun menekankan pentingnya keadilan dan integritas hakim MK dalam memutuskan sengketa Pilpres, serta mengajukan harapan agar proses persidangan berlangsung secara transparan dan adil.
Dalam konteks ini, perdebatan antara Habiburokhman dan Refly Harun mencerminkan dinamika politik yang kompleks, di mana pandangan dan harapan masing-masing pihak berkonfrontasi. Hal ini juga mencerminkan pentingnya proses hukum yang adil dan transparan dalam menyelesaikan sengketa politik yang memiliki dampak besar bagi stabilitas dan legitimasi pemerintahan.
Kendati demikian, persoalan ini tidak hanya sekadar pertarungan antarpihak politik. Namun, juga menjadi refleksi penting tentang perlunya menjaga integritas, independensi, dan objektivitas lembaga-lembaga hukum, termasuk MK, dalam mengambil keputusan yang memiliki implikasi nasional yang signifikan.
(K/09)
TAPSEL Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyatakan merasa n
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan tahun 2026 sebagai momentum penguatan sistem hubungan industrial nasional. Langkah ini be
EKONOMI
PADANGSIDIMPUAN Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Jaminan Hidup bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah lo
NASIONAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai tuntutan hukuman mati bagi anak buah kapal (ABK) asal Medan, Fandi Ramadh
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dengan suara bergetar dan mata berkacakaca, ibunda Fandi Ramadhan, Nirwana, menyampaikan permohonan penuh haru agar putranya di
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPSEL Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 418 warga Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru,
EKONOMI
MEDAN Pada malam ke3 bulan suci Ramadhan, Ustad Jumana Farid menekankan pentingnya sholat sebagai tiang agama dalam tausyiah singkat ya
AGAMA
JAKARTA Biaya politik yang tinggi disebut sebagai salah satu akar persoalan korupsi di Indonesia. Direktur Indonesia Political Review (I
POLITIK
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, menilai pengakuan Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menyatak
POLITIK
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, Muhammad Kerry Adrianto Riza, mengungkit
HUKUM DAN KRIMINAL