Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
NTT– Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan pandangannya tentang jabatan yang diembannya. Ia menyatakan bahwa menjadi Menteri Agama tidak memberikan beban berat bagi dirinya, bahkan merasa bebas dalam menjalankan tugasnya karena tidak ada organisasi atau partai yang mendukungnya.
“Saya Menteri Agama sama sekali tidak ada beban, tidak ada partai di belakang saya dan juga tidak ada organisasi di belakang saya, jadi saya alhamdulillah bebas mengucapkan apa pun di Kementerian Agama,” ujar Nasaruddin saat memberikan pengarahan di Sidang Tanwir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (5/12/2024).Nasruddin yang juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal ini menyebutkan bahwa ia tidak pernah membayangkan dirinya akan diangkat menjadi Menteri Agama. Bahkan, saat pertama kali dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto, Nasaruddin mengaku awalnya tidak mengira dirinya akan diminta untuk mengisi posisi menteri.”Saya nggak pernah mimpi akan menjadi menteri agama juga nggak pernah ada manuver (untuk jadi menteri),” ungkapnya.
Kisah menarik terjadi saat Nasaruddin dipanggil oleh Presiden Prabowo ke kediamannya di Kertanegara. Saat itu, Nasaruddin mengira dirinya diminta untuk mengisi acara pembaca doa. “Waktu itu makan malam, hari Senin jadi buka puasa, tiba-tiba dipanggil pak presiden, nah saya pikir biasanya kalau menteri yang undang saya itu biasanya baca doa,” ujarnya mengenang peristiwa tersebut.Namun, tak disangka, Presiden Prabowo menawarkan jabatan Menteri Agama. Meski demikian, Nasaruddin mengaku menolak tawaran tersebut dengan alasan bahwa ia merasa ada tokoh lain yang lebih layak menjabat sebagai Menteri Agama. “Saya juga sampaikan saya bukan orang yang lebih tepat menjadi menteri agama. Seandainya bapak menemukan tokoh atau figur yang lebih baik, saya dengan senang hati saya pasti membantu, di luar struktur saya sudah cukup,” ungkap Nasaruddin.
Namun, akhirnya Nasaruddin menyanggupi untuk menjalani amanah tersebut dan dilantik oleh Presiden Prabowo pada Oktober 2024 lalu. Dalam pandangannya, tugasnya kini di Kementerian Agama membawa perspektif berbeda dibandingkan dengan para pendahulunya yang memiliki latar belakang politik.“Kementerian Agama yang selama ini ya mungkin teman-teman yang memimpin Kementerian Agama adalah backgroundnya politisi, tentu paradigmannya juga agak sedikit berbeda atau banyak berbeda,” jelas Nasaruddin.Sebagai Menteri Agama, Nasaruddin juga menekankan pentingnya untuk menjaga keadilan dan kebebasan dalam menjalankan tugas tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Ia mengungkapkan bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil akan selalu berpihak pada kepentingan umat tanpa ada intervensi dari partai atau organisasi tertentu. (JOHANSIRAIT)
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA