Makna Safari Politik Jokowi dari Lampung ke NTT
OlehFirdaus ArifinADA perjalanan sekadar memindahkan seseorang dari satu tempat ke tempat lain. Ada pula perjalanan menggerakkan percakapan
OPINI
JAKARTA — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta pemerintah untuk tidak mengulang pendekatan pengamanan ketat seperti era Ujian Nasional (UN) dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), yang kini menggantikan sistem UN.
PGRI menilai keterlibatan aparat kepolisian dalam proses ujian justru menciptakan atmosfer ketidakpercayaan terhadap guru dan sekolah.
Sekretaris Jenderal PGRI, Dudung Abdul Qodir, menekankan pentingnya membangun suasana yang kondusif dan menyenangkan dalam pelaksanaan TKA agar hasil yang diperoleh lebih optimal.
"Jangan seperti dulu Ujian Nasional, dikawal polisi segala macam. Jadi tidak ada trust kepada sekolah dan guru. Sekarang harus dibuat rileks, bahagia, dan semua senang. Hasilnya akan lebih efektif," ujar Dudung dalam pernyataan tertulis, Senin (16/6/2025).
Meski menolak pendekatan represif, Dudung mengakui TKA membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan.
Ia menyebut bahwa siswa saat ini terlalu santai karena kurangnya tantangan dalam proses pembelajaran.
Kehadiran TKA diharapkan mampu memacu semangat guru dalam mengajar, mendorong keseriusan siswa dalam belajar, serta meningkatkan keterlibatan orangtua dalam mendampingi anaknya.
"Semoga gairah dan aura motivasi yang ada pada guru, murid, dan orangtua mampu menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas," katanya.
Dudung menambahkan bahwa hasil TKA bisa dijadikan dasar pemetaan pendidikan yang komprehensif, tidak hanya dari sisi capaian akademik, tetapi juga keterampilan dan karakter sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
Pemerintah diharapkan mampu menggunakan data tersebut untuk memberikan intervensi yang tepat, terutama di daerah-daerah yang tertinggal dalam literasi dan numerasi.
Tak hanya untuk siswa, hasil TKA juga dinilai penting untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas guru.
Menurut PGRI, pemerintah harus mengantongi data akurat mengenai guru-guru yang memerlukan peningkatan kapasitas, agar pembinaan bisa dilakukan berbasis pada masalah dan kebutuhan nyata di lapangan.
OlehFirdaus ArifinADA perjalanan sekadar memindahkan seseorang dari satu tempat ke tempat lain. Ada pula perjalanan menggerakkan percakapan
OPINI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah adanya intervensi dari pimpinan maupun pihak luar dalam penanganan kasus dugaan suap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Memasuki Agustus 2026, persaingan pasar smartphone semakin ramai dengan hadirnya berbagai perangkat baru dari sejumlah produsen.
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan ratusan prestasi berhasil diraih oleh para siswa Sekolah Rakya
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah menyiapkan investasi baru sekitar 270 juta dolar AS atau setara Rp4,8 triliun untuk memulihkan kapasitas operasional Pe
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam yang dijual di Butik Emas Antam pada hari ini, Minggu (2/8/
EKONOMI
JAKARTA Polri memperkuat kiprahnya di kancah internasional melalui partisipasi dalam Konferensi Association of Police Training Institution
NASIONAL
MEDAN PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Pen
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas tambahan anggaran bagi pemerintah daerah (Pemda) yang kesulitan bayar gaji A
EKONOMI
JAKARTA Setiap muslim tentu mengharapkan rezeki yang halal, berkah, dan datang dari jalan yang tidak disangkasangka. Selain bekerja ker
AGAMA