Lebih lanjut, Abdul Mu'ti juga menyoroti tantangan kompleks yang dihadirkan oleh kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan.
Ia menegaskan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan, bukan menggantikannya.
"Kita jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Kita harus menjadi generasi yang menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kearifan, dan persatuan di tengah pesona AI," ujarnya.
Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga spiritualitas dan etika di tengah derasnya arus digitalisasi.
Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Agussani menyampaikan bahwa wisuda kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi UMSU dalam menuju pengakuan sebagai kampus bertaraf internasional.
"Momentum ini bukan hanya perayaan keberhasilan akademik, tetapi juga tonggak penguatan komitmen UMSU dalam menggapai pengakuan internasional," katanya.
Rektor juga mengapresiasi dukungan keluarga lulusan serta seluruh civitas akademika UMSU dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Sumatera Utara dan Indonesia secara umum.*