Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing di pasar kerja, khususnya di luar negeri.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebutkan, keterampilan berbahasa asing menjadi salah satu kunci agar penduduk Indonesia dapat memanfaatkan lapangan pekerjaan di luar negeri.
Salah satu negara yang banyak membuka peluang kerja adalah Jepang.
"Nah, yang harus kita pikirkan lapangan pekerjaan bukan hanya di Indonesia atau Jakarta, tetapi di luar negeri sangat besar. Jepang, misalnya, setiap tahun memerlukan hampir 750 ribu tenaga kerja," kata Rano dalam acara Jakarta Jobfest 2025 di Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025).
Ia menambahkan, Jepang membutuhkan tenaga kerja di sektor hospitality hingga caregiver.
Rano mengakui, hingga kini, Dinas Pendidikan belum optimal menjadikan bahasa asing sebagai bagian dari kurikulumsekolah.
Penambahan bahasa asing diharapkan juga dapat menekan angka pengangguran terbuka di DKI Jakarta yang saat ini mencapai 330 ribu orang.
"Tahun depan, kita akan menambahkan bahasa sebagai pilihan kurikulum. Bisa bahasaJepang, Inggris, Mandarin, Arab, dan lainnya. Dunia bergerak cepat, dan kita harus menyiapkan generasi yang siap menghadapi pasar kerja global," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Syaripudin, menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, angka pengangguran di DKI Jakarta turun tipis menjadi 6,05 persen atau turun 0,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"DKI Jakarta masih berada dalam 10 besar provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi. Kami berharap, kegiatan Jakarta Jobfest yang berlangsung hingga 14 November ini dapat menjaring sekitar 12 ribu tenaga kerja," ujar Syaripudin.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta menyebutkan, Transjakarta sedang membutuhkan 1.000 sopir bus baru melalui program Akademi Transjakarta.
Langkah ini menunjukkan upaya Pemprov DKI Jakarta tidak hanya fokus pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga penguatan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing secara global.*
(bi/ad)
Editor
: Abyadi Siregar
DKI Jakarta Tambahkan Bahasa Jepang di Kurikulum Sekolah, Siapkan Tenaga Kerja Go Global