Tito Karnavian Minta Daerah Percepat Pemanfaatan Dana Rp10,6 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana
BANDA ACEH Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memint
NASIONAL
JAKARTA- Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa evaluasi program Sekolah Rakyat selama empat bulan sejak diluncurkan menunjukkan seluruh tahapan berjalan dengan baik.
Meskipun awalnya banyak tantangan, kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat berhasil mengatasi kendala tersebut.
"Secara umum jalan baik. Awalnya ada tantangan karena guru dan siswa sama-sama baru," kata Gus Ipul, Kamis (27/11/2025).Baca Juga:
Dalam audiensi dengan wartawan Tempo di kantor Kemensos, Gus Ipul menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, termasuk mereka yang belum pernah tercatat dalam sistem data pemerintah.
"Rata-rata siswa berasal dari keluarga kurang mampu, dan banyak yang sebelumnya tidak terdeteksi dalam data," ujarnya. Kelompok sasaran utama berada pada Desil 1, yakni penduduk dengan kondisi sosial ekonomi terendah, dan seluruh proses seleksi peserta didik merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Gus Ipul menegaskan, kementerian tidak lagi menggunakan data sendiri untuk bantuan sosial. Selain itu, masyarakat bisa berpartisipasi dalam pemutakhiran data melalui aplikasi DTSEN, Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG), hingga call center 24 jam.
Menteri Sosial juga menyinggung isu ketidaktepatan sasaran bantuan sosial.
Ia menyebut beberapa temuan, seperti penerima yang memiliki kendaraan bermotor, penerima yang sudah meninggal, hingga rekening penerima yang digunakan untuk aktivitas judi online.
"Kami terbuka. Kalau ada yang tidak tepat sasaran, silakan sampaikan lengkap dengan alamat dan bukti. Kita tidak main-main soal ini," tegas Gus Ipul.
Ke depan, jangkauan Sekolah Rakyat akan diperluas dengan menyasar rumah tangga Desil 1 dan Desil 2 DTSEN, agar bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Gus Ipul menekankan, akurasi data merupakan fondasi kebijakan sosial.
"Kalau datanya tidak benar, bantuan pasti tidak tepat sasaran. Karena itu kita terus melakukan pembenahan," tutupnya.*
(d/um)
BANDA ACEH Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memint
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara bersama Kementerian Perhubungan mempercepat pembahasan pembangunan Bus Rapid Transit (B
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menggelar Festival Permainan Tradisional dan Kesehatan Mental di hala
NASIONAL
MEDAN Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Ridwan Sujana Angsar, menanggapi pemeriksaan yang dilakukan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jami
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengimbau mahasiswa agar tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi di ruan
NASIONAL
JAKARTA Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kenaikan harga Pertamax bukan disebabkan oleh me
EKONOMI
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyampaikan keluhan dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI saat pembahasan a
NASIONAL
MEDAN Semangat untuk menghidupkan kembali kejayaan PSMS Medan kembali menguat setelah jajaran legenda dan keluarga besar mantan pemain klu
OLAHRAGA
JAKARTA Jakarta Millennial Film Festival (JMFF) 2026 resmi dibuka di GOR Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (10/6/2026). Festival ini
ENTERTAINMENT
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun pada 2026 untuk mendukung pelaksanaan Program Hasil
PEMERINTAHAN