BREAKING NEWS
Sabtu, 06 Juni 2026

Pemprov Bali Salurkan Bantuan SKSS untuk 500 Mahasiswa, Gubernur Koster: Satu Keluarga Satu Sarjana untuk Bangun SDM Unggul

- Selasa, 23 Desember 2025 21:10 WIB
Pemprov Bali Salurkan Bantuan SKSS untuk 500 Mahasiswa, Gubernur Koster: Satu Keluarga Satu Sarjana untuk Bangun SDM Unggul
Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan bantuan melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2025 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Selasa, 23 Desember 2025. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmen membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2025.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Selasa, 23 Desember 2025.

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut SKSS sebagai program inovatif yang memperluas akses pendidikan tinggi bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem di Bali.

Baca Juga:

Program ini melibatkan 26 perguruan tinggi negeri dan swasta sebagai mitra, termasuk Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), STKIP Agama Hindu Amlapura, Universitas Terbuka, Primakara University, ITKES Bali, Poltekkes Denpasar, dan Institut Agama Hindu Mpu Kuturan.


"Satu keluarga ditanggung satu sarjana. Pendidikan adalah kunci utama membangun SDM Bali yang unggul dan berdaya saing," tegas Koster.

Pada 2025, SKSS menargetkan 3.000 mahasiswa, namun terbatasnya sosialisasi membuat pendaftaran baru mencapai sekitar 1.000 calon mahasiswa dari sembilan kabupaten/kota.

Dari jumlah tersebut, 500 mahasiswa menerima bantuan SKSS. Bantuan mencakup biaya hidup bulanan Rp1,4 juta di Denpasar dan Badung, Rp1,2 juta di kabupaten lain, serta Rp750 ribu bagi mahasiswa Universitas Terbuka.

Selain itu, pemerintah juga memberikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal Rp1 juta per semester dan biaya pendaftaran hingga Rp300 ribu.

"Program ini belum sepenuhnya menjawab seluruh kebutuhan, tetapi setidaknya meringankan beban biaya hidup dan pendidikan mahasiswa," jelas Koster.

Ia menambahkan, sosialisasi akan dilakukan lebih awal mulai 2026 agar program menjangkau lebih banyak keluarga sasaran.

Gubernur Koster juga membagikan pengalaman pribadinya yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bukan Rp10 Ribu per Hari, Mensos Gus Ipul Usulkan Kenaikan Jadup Korban Bencana Sumatra
BNPB: Korban Tewas Bencana Hidrometeorologi di Sumatra dan Aceh Capai 1.112 Orang
Persaja dan PSF Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh
MPW Pemuda Pancasila Sumut Salurkan Bantuan Tahap Kelima untuk Korban Banjir di Sumut
Kapolresta Denpasar Pastikan Pengamanan Natal 2025 di Gereja Katedral Aman dan Kondusif
Upacara Ngaben Banjar Pagan Kelod Berlangsung Khidmat: Sinergi Polri, Babinsa, dan Pecalang Pastikan Keamanan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru