BREAKING NEWS
Kamis, 23 Juli 2026

Prabowo Tegaskan TNI-Polri Harus Profesional, Jangan Bangun Loyalitas Korps yang Sempit

Nurul - Rabu, 22 Juli 2026 10:39 WIB
Prabowo Tegaskan TNI-Polri Harus Profesional, Jangan Bangun Loyalitas Korps yang Sempit
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 1.177 perwira TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, dan soliditas di tubuh TNI dan Polri saat memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri Tahun 2026 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dalam amanatnya, Prabowo menekankan bahwa TNI dan Polri merupakan dua institusi yang memiliki peran vital dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Karena itu, seluruh personel diminta menjunjung tinggi profesionalisme dan menghindari sikap yang dapat memecah soliditas.

"TNI dan Polri adalah dua institusi yang vital bagi kelangsungan hidup negara. TNI dan Polri harus kuat, harus profesional, dan bersama-sama menjaga bangsa Indonesia. Jangan ada loyalitas korps yang sempit. Integritas adalah kehormatan seorang perwira," tegas Prabowo.

Baca Juga:

Presiden juga mengingatkan para perwira agar tidak menyalahgunakan jabatan maupun kewenangan yang telah diberikan negara. Ia menegaskan setiap anggota TNI dan Polri harus menjauhi praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, narkoba, perjudian, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya.

"Jangan pernah menyalahgunakan jabatan, jangan pernah tergoda korupsi, penyelewengan. Jangan pernah berkompromi dengan narkoba, judi, atau pelanggaran hukum lainnya. Sekali Saudara mengkhianati rakyat, saat itu pula Saudara kehilangan kehormatanmu," ujarnya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa seluruh fasilitas yang diterima aparat negara berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, setiap perwira memiliki kewajiban untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada masyarakat.

"Ingatlah selalu, Saudara lahir dari rakyat, dididik dengan uang rakyat. Pakaian, makanan, hingga gaji Saudara berasal dari rakyat. Mengabdilah selalu untuk rakyat. Jadilah pelindung, pengayom, dan pembela rakyat," katanya.

Menurut Prabowo, masyarakat tidak menuntut aparat negara menjadi sosok yang sempurna. Namun, rakyat menginginkan aparat yang jujur, berani, adil, dan selalu hadir ketika dibutuhkan.

"Jabatan hanya titipan, pangkat akan berlalu. Yang dikenang sejarah adalah pengabdian kepada bangsa dan negara," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga yang telah mendukung putra-putrinya menjadi bagian dari TNI dan Polri.

Ia menilai keberhasilan seorang perwira tidak lepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga yang telah mengantarkan mereka hingga resmi mengemban amanah negara.

Menutup amanatnya, Prabowo berpesan agar para perwira TNI dan Polri terus menjaga kepercayaan rakyat dengan memimpin melalui keteladanan, bekerja dengan tulus, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.* (oz/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bukan Sekadar Pangkat, Ini Pesan Prabowo untuk 1.177 Perwira Baru TNI-Polri
Kapolri: Ada Pihak yang Ingin Memecah TNI-Polri
Dilaporkan LBH Medan ke Ombudsman Soal APBD untuk Rehabilitasi Gedung Polri, Ini Respons Pemkab Deli Serdang
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Siap Terima Kritik demi Perbaikan
Prabowo Tegas ke Menkeu: Pimpinan Bea Cukai Tak Mampu Segera Diganti
Prabowo Setujui Penguatan Kompolnas, Rekomendasi Akan Lebih Mengikat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru