BREAKING NEWS
Kamis, 23 Juli 2026

El Nino Diprediksi Sampai 2027, Stok Beras Pemerintah Tembus 5,24 Juta Ton

Nurul - Kamis, 23 Juli 2026 11:14 WIB
El Nino Diprediksi Sampai 2027, Stok Beras Pemerintah Tembus 5,24 Juta Ton
ilustrasi - Pemerintah memastikan stok cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman untuk menghadapi ancaman musim kemarau panjang dan fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027. (Foto: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah memastikan stok cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman untuk menghadapi ancaman musim kemarau panjang dan fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027. Saat ini, cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat mencapai lebih dari 5 juta ton.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah memiliki persediaan beras yang jauh lebih kuat dibandingkan saat menghadapi fenomena El Nino sebelumnya.

"Pada saat terjadi El Nino dulu, stok beras nasional sekitar 1,5 juta ton. Sekarang cadangan beras pemerintah sudah sekitar 5,2 juta ton," ujar Amran dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga:

Berdasarkan data Perum Bulog, stok beras pemerintah per 22 Juli 2026 mencapai sekitar 5,24 juta ton. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan kondisi sebelum puncak El Nino 2023 yang hanya berada di kisaran 1,52 juta ton.

Dengan jumlah tersebut, stok CBP saat ini meningkat sekitar 244 persen dibandingkan periode sebelum puncak El Nino 2023.

Amran menyebut peningkatan stok tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menghadapi risiko kekeringan yang dapat berdampak terhadap produksi pangan nasional.

Menurutnya, kebutuhan beras selama periode musim kemarau biasanya berada di kisaran 3 juta ton. Dengan stok yang tersedia saat ini, pemerintah masih memiliki cadangan lebih dari 2 juta ton.

Pemerintah juga memastikan distribusi beras tetap berjalan melalui sejumlah program, termasuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras bagi masyarakat.

Hingga 22 Juli 2026, penyaluran beras SPHP periode Maret-Desember telah mencapai sekitar 507,75 ribu ton atau 61,32 persen dari target yang ditetapkan sebesar 828 ribu ton.

Selain itu, pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan beras tahap kedua periode Juli-September sebanyak 997,2 ribu ton melalui Perum Bulog. Bantuan tersebut akan diberikan kepada sekitar 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026, sementara fenomena El Nino diprediksi masih bertahan hingga awal 2027 dengan peluang mencapai kategori moderat maupun kuat.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Siap Luncurkan Motor Listrik Nasional, Danantara: Desain dan Produksi Murni Karya Anak Bangsa
Aceh Kembali Raih WTP Ke-11, Gubernur Serahkan Pertanggungjawaban APBA 2025 ke DPRA
Cuaca Aceh Hari Ini 23 Juli 2026: BMKG Prediksi Cerah hingga Kabut Asap, Waspadai Hujan Ringan di Dataran Tinggi
Cuaca Sumatera Utara Hari Ini 23 Juli 2026: Medan Diguyur Hujan Ringan, BMKG Imbau Warga Waspada
Cuaca DKI Jakarta Hari Ini 23 Juli 2026: Langit Cerah, Jaksel Diprediksi Capai 35 Derajat
Cuaca Jawa Barat Hari Ini 23 Juli 2026: Cerah Mendominasi, Bekasi Capai Suhu 35 Derajat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru