BREAKING NEWS
Senin, 07 September 2026

Penjelasan Pakar dan Badan Geologi Soal Erupsi Serentak 4 Gunung Api di Indonesia

Nurul - Senin, 07 September 2026 17:33 WIB
Penjelasan Pakar dan Badan Geologi Soal Erupsi Serentak 4 Gunung Api di Indonesia
Erupsi Gunung Semeru (Istimewa)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Empat gunung api di Indonesia dilaporkan mengalami erupsi dalam waktu berdekatan pada Minggu (6/9/2026). Keempatnya yakni Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu di Maluku Utara.

Fenomena erupsi yang terjadi hampir bersamaan tersebut mendapat penjelasan dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Badan Geologi menyebut erupsi beberapa gunung api pada hari yang sama merupakan fenomena alami.

Melalui akun Instagram resminya, Badan Geologi menjelaskan Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik dan memiliki banyak gunung api aktif. Karena itu, beberapa gunung api dapat mengalami erupsi pada waktu yang berdekatan.

Baca Juga:

"Beberapa gunung api dapat erupsi pada hari yang sama secara alami," tulis Badan Geologi, Senin (7/9/2026).

Badan Geologi menegaskan kejadian tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya satu fenomena besar yang menghubungkan aktivitas seluruh gunung api.

Setiap gunung api juga memiliki karakteristik serta sistem vulkanik yang berbeda. Erupsi merupakan salah satu bentuk aktivitas gunung api yang dapat terjadi secara alami dan tidak selalu berlangsung dalam skala besar.

Menurut Badan Geologi, hal yang lebih penting untuk diperhatikan adalah perubahan aktivitas gunung api dari pola normalnya. Dengan demikian, peningkatan aktivitas perlu dipantau berdasarkan karakteristik masing-masing gunung.

"Erupsi beberapa gunung api yang terjadi pada hari yang sama merupakan aktivitas vulkanis yang alami dan tidak saling memicu satu dan yang lainnya," demikian kesimpulan Badan Geologi.

Ahli gempa dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono juga menjelaskan fenomena erupsi simultan tersebut dari sisi geologi.

Daryono menyebut erupsi empat gunung api itu merupakan bagian dari dinamika tektonik global di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.

"Fenomena erupsi simultan pada empat gunung api di Indonesia pada 6 September 2026, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu merupakan manifestasi dinamika tektonik global di wilayah ring of fire," ujar Daryono.

Menurut Daryono, Indonesia berada di zona konvergensi tektonik yang kompleks. Wilayah tersebut menjadi tempat bertemunya dan menunjamnya sejumlah lempeng bumi, termasuk Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina di bawah Lempeng Eurasia.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Peradi Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Alat Tekan Lawan Politik, DPR: Era Prabowo Lebih Demokratis
Rentetan Bencana Hantam Indonesia, Bagaimana Dampaknya terhadap Ekonomi Nasional?
Hakim Tak Bisa Terbang Akibat Erupsi, Sidang Praperadilan Roy Suryo Ditunda
Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Berakhir, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi
Masker Diburu karena Abu Vulkanik, DPR Ingatkan Pedagang Jangan Naikkan Harga
Radius Bahaya Sinabung Dipersempit, Warga Kuta Tengah Akhirnya Bisa Pulang ke Rumah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru