Hemat Rp2,1 Miliar per Tahun, Rico Waas Luncurkan Medan Corpu Smart untuk 654 ASN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas meluncurkan Medan Corpu Smart sebagai platform pembelajaran digital bagi aparatur sipil negara (ASN) di li
PEMERINTAHAN
MEDAN - Fenomena matahari berwarna merah menghebohkan warga Kota Medan pada Minggu (6/9/2026) sore. Fenomena yang berlangsung hingga matahari terbenam itu disebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bukan disebabkan abu vulkanik.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan Hendro Nugroho mengatakan warna merah pada matahari diduga muncul akibat tingginya konsentrasi polutan di atmosfer.
"Dimungkinkan ini adalah karena polutan. Jadi, sinar matahari itu sampai ke bumi, nah itu terfilter oleh polutan tadi sehingga warna merah saja yang sampai ke mata kita," kata Hendro, Senin (7/9/2026).Baca Juga:
Menurut Hendro, secara meteorologis kondisi tersebut dapat terjadi karena adanya partikel di atmosfer seperti aerosol, debu dan asap yang memengaruhi proses perambatan cahaya matahari.
Hendro mengatakan dari hasil pengamatan, kondisi tersebut terlihat mulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Konsentrasi polutan disebut semakin meningkat pada periode tersebut.
Keberadaan aerosol di atmosfer diduga menjadi salah satu faktor yang memperkuat warna kemerahan pada matahari. Kondisi udara kabur atau haze juga membuat pandangan terhadap matahari tampak semakin kemerahan.
Meski demikian, Hendro memastikan fenomena tersebut bukan akibat abu vulkanik Gunung Sinabung. Berdasarkan analisis kualitas udara menggunakan parameter PM2.5, tidak ditemukan indikasi abu vulkanik maupun asap kebakaran hutan sebagai penyebabnya.
"Dari PM2.5 itu tidak menunjukkan adanya abu vulkanik atau kebakaran (hutan) itu," ungkap Hendro.
Fenomena serupa tidak terlihat lagi pada Senin (7/9/2026) pagi. Hendro menyebut kondisi atmosfer sudah lebih bersih setelah hujan turun pada malam sebelumnya.
"Karena kan semalam hujan, jadi membersihkan atmosfer dari debu polutan-polutan itu. Nah, mungkin nanti sore kita lihat saja apakah sama kasusnya atau sudah berkurang," jelasnya.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Ilham Haris Batubara menjelaskan secara ilmiah, partikel-partikel di atmosfer dapat membuat cahaya biru lebih banyak dihamburkan sehingga cahaya yang sampai ke mata lebih didominasi warna merah atau jingga.
"Jadi, fenomena matahari tampak merah yang terlihat masyarakat Medan kemarin pada dasarnya merupakan efek optik atmosfer. Bukan berarti mataharinya berubah warna, tetapi cahaya matahari mengalami proses hamburan dan penyaringan oleh kondisi atmosfer sebelum sampai ke mata penglihat," ujar Ilham.
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas meluncurkan Medan Corpu Smart sebagai platform pembelajaran digital bagi aparatur sipil negara (ASN) di li
PEMERINTAHAN
DELISERDANG Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkenalkan sejumlah destinasi wisata dan kuliner khas daerah kepada del
PARIWISATA
MEDAN Rangkaian kegiatan IndonesiaMalaysiaThailand Growth Triangle (IMTGT) mulai digelar di Sumatera Utara (Sumut). Forum tersebut diha
EKONOMI
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong pengembangan berbagai komoditas potensial agar memiliki nilai
EKONOMI
MEDAN Penasihat hukum terdakwa Dante Sinaga menilai hubungan kausal antara tindakan kliennya saat masih menjabat di PT Indonesia Asahan Al
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyinggung kemungkinan integrasi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gunung Krakatau menjadi salah satu gunung api yang paling dikenal dalam sejarah dunia. Erupsi dahsyat pada 1883 menghancurkan seba
NASIONAL
JAKARTA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan tidak ada dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang digunakan untuk pembuatan mau
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meminta dugaan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diikuti pembukaan kebun sawit diselidiki. Perm
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) sebagai tersangka korporasi dalam perkara dugaan korupsi terk
NASIONAL