JAKARTA – Sebanyak 58 juta data siswa di Indonesia dilaporkan diduga data dan diperjualbelikan di forum peretas DarkForums.
Pelaku anonim dengan identitas "SN1F" mengunggah tawaran penjualan data tersebut, yang disebutnya dapat diakses secara real-time melalui "pintu belakang" server pemerintah.
Menanggapi isu ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti membantah klaim kebocoran data.
"Tidak ada data yang bocor," tegas Mu'ti, Senin (9/2/2026).
Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait klaim akses khusus yang diungkap pelaku.
Kasus dugaan kebocoran data di sektor pendidikan bukan pertama kali terjadi.
Pada Januari 2026, kasus serupa melibatkan data mahasiswa dan sempat menjadi perhatian publik karena potensi penyalahgunaan, mulai dari penipuan hingga praktik pinjaman online ilegal.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menyebut pihaknya tengah menelusuri dan memverifikasi informasi yang beredar.
"Kami berkoordinasi dengan CSIRT Kementerian serta unsur TIK dan keamanan informasi di perguruan tinggi untuk menelusuri dan memverifikasi data yang diduga bocor," kata Togar, Senin (20/1/2026).
Berdasarkan temuan awal, sebagian data yang diklaim bocor diduga merupakan data lama yang sebelumnya dikelola perguruan tinggi.
Jenis data yang terdampak meliputi nama, NIM/NIP, alamat, alamat email, hingga nomor telepon. Tingkat sensitivitas data diperkirakan berbeda di setiap institusi.
Proses verifikasi masih terus berlangsung untuk memastikan cakupan dan keabsahan data yang diduga bocor.
Pihak kementerian menegaskan akan mengambil langkah-langkah preventif agar data akademik siswa dan mahasiswa tetap aman dari penyalahgunaan.*
(mi/ad)
Editor
: Raman Krisna
Bocor! 58 Juta Data Siswa Diduga Dijual di Dark Web, Mendikdasmen Angkat Bicara