BREAKING NEWS
Selasa, 03 Maret 2026

Menu MBG SMA Negeri 1 Tanjung Tiram Disorot, Orang Tua Pertanyakan Kualitas Gizi: Apakah Sudah Sesuai Arahan Presiden?

Muhammad Taufik - Selasa, 03 Maret 2026 14:30 WIB
Menu MBG SMA Negeri 1 Tanjung Tiram Disorot, Orang Tua Pertanyakan Kualitas Gizi: Apakah Sudah Sesuai Arahan Presiden?
Dalam satu paket MBG, siswa menerima dua bungkus kecil roti kering, satu butir telur, satu buah jeruk, serta satu bungkus kecil kacang-kacangan. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATUBARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan hangat di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Setelah sebelumnya menu MBG di tingkat sekolah dasar menjadi sorotan, kini pelaksanaan program tersebut di SMA Negeri 1 Tanjung Tiram menuai kritik dari sejumlah orang tua siswa.selasa 3/3/2026.

Sorotan muncul setelah beredarnya informasi mengenai menu yang dibagikan kepada para siswa.

Baca Juga:

Dalam satu paket MBG, siswa menerima dua bungkus kecil roti kering, satu butir telur, satu buah jeruk, serta satu bungkus kecil kacang-kacangan.

Menu tersebut dinilai belum mencerminkan kebutuhan gizi remaja SMA yang sedang dalam fase pertumbuhan aktif dan membutuhkan asupan energi lebih besar.

Salah seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, porsi makanan terkesan minimalis dan belum tentu mencukupi kebutuhan kalori harian anak-anak yang menjalani aktivitas belajar penuh di sekolah.

"Anak SMA itu aktivitasnya padat. Kalau hanya roti kecil dua bungkus, satu telur, satu jeruk dan sedikit kacang, rasanya kurang. Kami berharap program ini benar-benar memperhatikan kecukupan gizi, bukan sekadar membagikan makanan," ujarnya.

Program MBG merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah guna mendukung konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta mencegah stunting dan kekurangan gizi.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus memperhatikan standar gizi seimbang, meliputi karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, buah, serta kecukupan kalori sesuai jenjang usia peserta didik.

Namun kondisi di lapangan menimbulkan pertanyaan, apakah komposisi menu tersebut telah melalui kajian ahli gizi dan sesuai dengan pedoman pemerintah pusat.

Beberapa pihak menduga adanya upaya efisiensi berlebihan oleh penyelenggara demi menekan biaya operasional, sehingga berdampak pada kualitas dan kuantitas makanan yang diterima siswa.

Jika benar demikian, hal ini bertentangan dengan semangat awal program MBG yang digagas untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas generasi muda.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketahanan Pangan Sumut Aman, Bulog Tingkatkan Stok Beras Hingga 90 Ribu Ton Hadapi Ramadan dan Idulfitri 2026
WAKAPOLDA SUMUT RESMIKAN OPERASIONAL SPPG POLRES ASAHAN III DAN IV
Kiyai Putrama Alkhairi Sampaikan Ceramah Ekosistem Bisnis Syariah di MUI Sumut
Sekolah Rakyat di Padangsidimpuan Dikebut, Gubsu Bobby: Tahun Ajaran Baru Siap Digunakan
Bobby Nasution Tinjau Perbaikan Jembatan Batang Angkola di Padangsidimpuan, Pastikan Aman Dilalui Warga
Tim Brimob dan Ditreskrimsus Polda Sumut Sita 14 Ekskavator di Tambang Emas Ilegal Madina, 7 Orang Ditangkap
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru