MEDAN — Suasana haru dan bangga mewarnai acara perpisahan siswa SMA/SMKSwasta TeladanMedan yang digelar di halaman sekolah, Kamis, 30 April 2026.
Mengusung tema "Bermimpi Setinggi, Ciptakan Sejarah", kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa belajar sekaligus awal perjalanan baru bagi para siswa.
Sebanyak 958 siswa dinyatakan lulus tahun ini, terdiri atas 541 siswa SMK dan 417 siswa SMA.
Prosesi perpisahan dihadiri pimpinan sekolah, dewan guru, orang tua siswa, pengurus yayasan, serta perwakilan alumni.
Acara dimulai dengan masuknya siswa kelas akhir yang disambut meriah, dilanjutkan dengan penayangan video kilas balik perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.
Sjumlah momen kebersamaan dan capaian akademik ditampilkan, memantik suasana emosional di antara peserta yang hadir.
"Ini adalah awal perjalanan untuk menggapai cita-cita yang lebih tinggi," ujarnya dalam sambutan.
Senada dengan itu, Kepala SMASwasta Teladan, Nandaru Putra Yanda, menekankan pentingnya keberanian bermimpi dan konsistensi dalam berusaha.
Ia berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang berdaya saing dan berkontribusi bagi masyarakat.
Ketua Asosiasi Alumni Teknologi Teladan Medan, Partaonan Harahap, mengingatkan pentingnya membangun jejaring setelah lulus.
Menurut dia, hubungan antaralumni dapat menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi dunia kerja.
"Jangan berhenti belajar dan terus perluas jaringan," katanya.
Perwakilan Yayasan SMA/SMKSwasta TeladanMedan, Herbet Sibuea, menyampaikan apresiasi kepada siswa, guru, dan orang tua atas kerja sama selama proses pendidikan.
Ia menekankan bahwa lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.
Dalam kesempatan itu, perwakilan siswa menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru dan orang tua.
Ia juga mengenang perjalanan selama masa sekolah sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter.
"Kami melangkah dengan mimpi besar dan bekal ilmu yang telah diberikan," ujarnya.
Acara turut diisi berbagai penampilan seni, mulai dari tari tradisional, musik, hingga pembacaan puisi.
Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi pelepasan siswa secara simbolis dan doa bersama.
Perpisahan tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus titik awal bagi para lulusan untuk menapaki fase kehidupan berikutnya.
Sejalan dengan tema yang diusung, mereka diharapkan mampu melangkah dengan percaya diri dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.*