BREAKING NEWS
Jumat, 31 Juli 2026

Universitas Digital Literasi Digagas di Medan, Shohibul Anshor Siregar: Perguruan Tinggi Tak Bisa Lagi Bertahan dengan Pola Lama

Abyadi Siregar - Senin, 04 Mei 2026 11:20 WIB
Universitas Digital Literasi Digagas di Medan, Shohibul Anshor Siregar: Perguruan Tinggi Tak Bisa Lagi Bertahan dengan Pola Lama
Proposal Pedoman Pendirian Universitas Digital Literasi (UDL). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Di tengah laju perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah wajah industri global, sebuah gagasan baru tentang masa depan pendidikan tinggi di Indonesia muncul dari Medan.

Sekelompok akademisi dan praktisi teknologi memperkenalkan proposal pendirian Universitas Digital Literasi (UDL), sebuah konsep perguruan tinggi berbasis digital penuh yang diklaim dirancang khusus menjawab tantangan era transformasi digital.

Proposal tersebut diperkenalkan dalam konferensi pers virtual pada Senin, 4 Mei 2026.

Baca Juga:

Dokumen akademik setebal lebih dari 50 halaman itu disusun selama sekitar 18 bulan oleh tim lintas disiplin yang dipimpin Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya (nBASIS), Shohibul Anshor Siregar.

Menurut Shohibul, sistem pendidikan tinggi di Indonesia saat ini dinilai masih bergerak lambat dalam merespons perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Model kampus konvensional, kata dia, masih terjebak dalam pola administrasi analog dan kurikulum yang sulit beradaptasi dengan kebutuhan industri digital.

"Perguruan tinggi tidak bisa lagi bertahan dengan pola lama. Jika terus dipertahankan, kita hanya akan melahirkan generasi yang menjadi pengguna teknologi, bukan pencipta inovasi," kata Shohibul.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bagian dari fenomena global yang disebut The Great Digital Shift, yakni perubahan besar-besaran menuju sistem kehidupan berbasis teknologi.

Gagasan UDL, kata dia, juga lahir dari pengalaman timnya mendampingi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Dalam pendampingan itu, mereka menemukan banyak pelajar berprestasi yang gagal melanjutkan pendidikan tinggi karena terbatasnya akses kampus dan tingginya biaya pendidikan.

Di sisi lain, industri justru membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan digital, mulai dari penguasaan data hingga keamanan siber.

Tim penyusun kemudian melakukan studi perbandingan terhadap 12 universitas digital di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia Tenggara sebelum merancang model yang disebut lebih relevan dengan kondisi Indonesia.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polda Metro Jaya Kerahkan 3.545 Personel Kawal Demo Hardiknas 2026 di Sejumlah Titik Jakarta
Natalius Pigai: Aktivis Berbayar Tak Bisa Diakui sebagai Pembela HAM
Wacana Penghapusan Prodi Keguruan, Komisi X DPR: Kami Menolak!
Fakta Mengejutkan di Balik Pembunuhan Sadis Lansia Pekanbaru, Motif Dendam Terungkap!
Milad Aisyiyah ke-109 di Asahan, Bupati Taufik Soroti Peran Perempuan dalam Pembangunan
Atasi Genangan, Pemko Medan Percepat Normalisasi Drainase dan Perbaikan Jalan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru