Anak Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Sekolah, Polresta Banda Aceh Lakukan Penyelidikan
BANDA ACEH Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh menangani laporan dugaan penganiayaan terhadap s
HUKUM DAN KRIMINAL
SOLO – Pakar linguistik Universitas Sebelas Maret (UNS), Miftah Nugroho, menilai Indonesia belum siap menerapkan pengajaran bahasa Prancis dan Portugis secara luas di seluruh jenjang pendidikan sebagaimana diwacanakan pemerintah.
Menurutnya, keterbatasan tenaga pengajar serta infrastruktur pendidikan masih menjadi kendala utama dalam implementasi kebijakan tersebut.
"Karena belum populer, dapat diasumsikan bahwa tenaga pengajar yang siap mengajar bahasa Perancis dan bahasa Portugis dari sisi kuantitas belum banyak," kata Miftah, Minggu (31/5/2026).Baca Juga:
Ia menilai, diperlukan waktu sekitar satu hingga dua tahun untuk menyiapkan sumber daya manusia, kurikulum, hingga perangkat ajar sebelum kebijakan tersebut dapat dijalankan secara efektif.
"Pendek kata, jika dilihat pada konteks sekarang, dapat dikatakan Indonesia belum memiliki kesiapan yang matang," ujarnya.
Miftah menekankan, kebijakan pengajaran bahasa asing seperti Prancis dan Portugis perlu dikaji secara lebih mendalam sebelum ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib di sekolah.
Ia menyebut, meskipun ada semangat pemerintah untuk meningkatkan penguasaan bahasa asing di kalangan pelajar, kesiapan sistem pendidikan harus menjadi pertimbangan utama.
Di sisi lain, ia mengakui kemampuan multilingual tetap penting bagi generasi muda Indonesia untuk meningkatkan daya saing global.
"Sesungguhnya seseorang yang memiliki kemampuan lebih dari satu bahasa atau disebut multilingual dikatakan lebih baik alih-alih hanya memiliki satu atau dua bahasa saja," katanya.
Namun demikian, Miftah mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan kondisi kemampuan bahasa Inggris siswa Indonesia yang hingga kini masih belum merata.
Menurutnya, penguatan bahasa Inggris tetap perlu menjadi prioritas sebelum memperluas pembelajaran bahasa asing lainnya.
Ia juga menegaskan bahwa penguasaan lebih dari satu bahasa asing memang ideal, tetapi harus disesuaikan dengan kesiapan sistem pendidikan nasional.*
(km/ad)
BANDA ACEH Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh menangani laporan dugaan penganiayaan terhadap s
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh mengamankan seorang pria berinisial IR, 61 tahun
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT Setelah satu bulan proses penyamaian bibit, pelatihan pertanian cabai dampingan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), Pimpinan
PERTANIAN AGRIBISNIS
KARO Kasus dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera
PERISTIWA
ACEH BESAR Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda menggelar pasar murah bagi masyarakat di halaman Kantor Camat Blang
NASIONAL
MEDAN Kodam I/Bukit Barisan (BB) menggelar bazar dan pasar murah secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia dalam rangka menyambut Ha
NASIONAL
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku bersama Aparat Penegak Hukum (APH) menggelar razia gabungan dan tes urin
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Erni Ariyanti Sitorus, memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrim
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rien Wartia Trigina alias Erin Wartia, mantan istri artis Andre Taulany, mengadukan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka ke Mahkam
ENTERTAINMENT
MEDAN Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan jaringan internet di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tebing Tinggi kembali d
HUKUM DAN KRIMINAL