BREAKING NEWS
Sabtu, 25 Juli 2026

Kak Na Ajak Anak Aceh Berani Lawan Bullying, Minta Kasus Kekerasan Segera Dilaporkan

T.Jamaluddin - Sabtu, 25 Juli 2026 11:50 WIB
Kak Na Ajak Anak Aceh Berani Lawan Bullying, Minta Kasus Kekerasan Segera Dilaporkan
Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Marlina Muzakir, saat berdialog bersama Forum Aneuk Tanoh Rencong di Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (24/7/2026) malam. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH - Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Marlina Muzakir mengajak anak-anak Aceh untuk berani melawan segala bentuk perundungan atau bullying yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.

Ajakan tersebut disampaikan perempuan yang akrab disapa Kak Na saat berdialog bersama Forum Aneuk Tanoh Rencong di Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (24/7/2026) malam.

Kak Na meminta anak-anak tidak takut menyampaikan apabila mengalami maupun melihat tindakan kekerasan terhadap anak. Menurutnya, laporan dapat disampaikan kepada aparat berwenang maupun melalui saluran komunikasi yang tersedia.

Baca Juga:

"Ananda semua harus berani melawan segala bentuk kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan ananda. Jika menemukan kasus kekerasan, bullying, dan jenis kejahatan anak lainnya, ananda bisa melaporkan kepada aparat berwajib," ujar Kak Na.

Ia juga menyebut anak-anak dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyampaikan laporan apabila mengalami tindakan perundungan.

Menurutnya, masyarakat perlu bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Dalam kesempatan tersebut, Kak Na turut menyoroti kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Aceh Timur beberapa waktu lalu. Ia menilai tindakan kekerasan terhadap anak bukanlah solusi dalam menyelesaikan sebuah persoalan.

"Apa yang dilakukan anak tersebut memang sebuah kesalahan. Namun menghukum seorang bocah yang kedapatan mengambil uang hanya sebesar Rp10 ribu dengan cara brutal tentu merupakan sebuah kesalahan besar," katanya.

Kak Na mengingatkan para orang tua agar memberikan pendidikan tentang kejujuran dan tanggung jawab kepada anak sejak dini. Ia juga meminta masyarakat lebih bijak dalam menghadapi persoalan kenakalan anak dan remaja.

Menurutnya, setiap tindakan anak harus dilihat dengan pendekatan pendidikan dan pemahaman terhadap kondisi yang melatarbelakanginya.

"Tanyakan kenapa dia mengambil uang tersebut, bisa jadi ia lapar atau ada kebutuhan mendesak yang belum mampu dijangkau nalar seorang anak," ucapnya.

Kak Na berharap masyarakat lebih peka terhadap kondisi sosial di lingkungan masing-masing serta mengedepankan kesabaran dalam menghadapi perilaku anak dan remaja.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hari Pertama MPLS di Medan, Rico Waas Tegaskan Sekolah Wajib Aman, Nyaman dan Bebas Bullying
Presiden Prancis Dukung Indonesia Batasi Akses Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun
KPAI Sebut Kasus Bunuh Diri Anak di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara, Bullying dan Game Online Jadi Faktor Utama
Bangun Karakter Unggul, Siswa SMAN 49 Jakarta Diajari Anti-Bullying dan Pencegahan Radikalisme
Kesbangpol DKI dan GPIB Gelar Penyuluhan Anti-Bullying di SMAN 53 Jakarta, Dorong Sekolah Ramah dan Bebas Kekerasan
Kenyamanan, Kunci Keberhasilan Pendidikan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru