Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BANDA ACEH - Jocelyn Thomas menjadi salah satu wisudawati yang menarik perhatian dalam acara wisuda Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA). Perempuan asal Bireuen itu merupakan mahasiswa beragama Kristen yang menyelesaikan kuliahnya di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi UNMUHA.
Jocelyn mengaku sempat ragu saat memutuskan kuliah di UNMUHA yang merupakan perguruan tinggi berbasis Islam. Kekhawatiran tersebut muncul karena perbedaan latar belakang agama dengan mayoritas mahasiswa di kampus.
Namun, keraguan itu perlahan hilang setelah Jocelyn menjalani perkuliahan dan beradaptasi dengan lingkungan kampus.
Baca Juga:
"Sempat dihantui kecemasan, apalagi UNMUHA Universitas yang berbasis Muslim. Namun hal itu pelan tapi pasti hilang dalam keraguan setelah terus beradaptasi di kampus berlambang Matahari itu," kata Jocelyn.
Menurutnya, pengalaman selama menjalani pendidikan di UNMUHA justru membuat semangatnya semakin kuat. Dia juga merasa tertantang untuk terus menyelesaikan pendidikan hingga akhirnya mengikuti prosesi wisuda.
Jocelyn mengatakan selama menjadi mahasiswa dirinya mendapatkan perlakuan yang sama seperti mahasiswa lainnya. Dia mengaku tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan meski menjadi mahasiswa non-Muslim.
"Walau saya satu-satunya non-Muslim, namun sejak pertama masuk di kampus ini hingga diwisuda pada hari yang bersejarah ini saya diperlakukan sangat adil, tidak ada perbedaan dengan mahasiswa lainnya," ujarnya.
Pada hari wisuda, Jocelyn mengaku bangga dapat menyelesaikan pendidikan di kampus berbasis Muslim tersebut tanpa mengalami hambatan terkait latar belakang keyakinannya.
"Para dosen dan staf di kampus ini selalu terbuka menerima kehadiran mahasiswa non-Muslim. Ini tercatat dengan tinta emas di hati saya. Universitas Muhammadiyah adalah universitas tempat belajar toleransi yang sesungguhnya," katanya.
Menurut Jocelyn, pengalaman yang paling berkesan selama kuliah bukan hanya ilmu akademik, tetapi juga kesempatan merasakan langsung nilai toleransi dan inklusivitas dalam kehidupan kampus.
Dia menilai perbedaan keyakinan tidak semestinya menjadi pemisah antaranak bangsa, melainkan dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan keberagaman dalam nilai-nilai kebaikan.
"Di sini juga saya tidak hanya menuntut ilmu akademik, tetapi juga melihat bagaimana nilai-nilai agama diterjemahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.
Jocelyn menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNMUHA Dr H Aslam Nur MA beserta seluruh civitas akademika yang telah memberinya kesempatan untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Di akhir sambutannya, Jocelyn juga menyampaikan terima kasih karena UNMUHA dinilai memberikan ruang bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang agama, suku dan warna kulit untuk belajar serta berkembang.
"UNMUHA rumahnya toleransi antarumat beragama dan UNMUHA tempatnya mencerdaskan anak bangsa," tuturnya.
Jocelyn berharap pengalamannya dapat menjadi gambaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Aceh, bahwa UNMUHA terbuka bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.
"UNMUHA tempat menempa diri, UNMUHA terbuka untuk kita semua," pungkasnya.* (dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.