KSP Dudung Tegaskan Siap “Babat” Praktik Tak Benar di Program MBG dan Sekolah Rakyat Prabowo
JAKARTA Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan pihaknya siap menindak tegas atau membabat setiap temuan praktik
PEMERINTAHAN
BINJAI – Kesedihan dan suasana duka mendalam menyelimuti rumah keluarga korban yang meninggal dunia akibat tertimpa tiang listrik tumbang di Jalan Pacul, Lingkungan I, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara, Rabu (15/1/2025) sore.
Pantauan di lokasi, Kamis (16/1/2025) sekitar pukul 11.00 WIB, rumah duka di Jalan Palembang, Kelurahan Rambung Timur, Kecamatan Binjai Selatan, dipenuhi keluarga, tetangga, dan kerabat yang datang untuk menyampaikan belasungkawa. Irfansyah (28), suami dan ayah korban, tampak terpukul dan lemas menghadapi kehilangan istri serta anak keduanya sekaligus.
Pakaiannya yang masih berlumuran tanah menandakan bahwa ia baru saja memakamkan dua orang tercintanya. Korban meninggal dunia adalah Huzzatunnisa, istri Irfansyah, dan putri mereka, Zennia Ghalia Syach, yang berusia tiga tahun. “Sudah dimakamkan sekitar 10 menit yang lalu di Pemakaman Rambung,” ungkap Adi, paman Irfansyah.
Adi menceritakan bahwa keluarga kecil ini tengah berboncengan empat orang menggunakan sepeda motor saat musibah terjadi. Tiang listrik tua yang tumbang di Jalan Pacul menimpa mereka, menewaskan Huzzatunnisa dan Zennia di tempat. Putra pertama mereka selamat.
“Mereka berboncengan empat. Anak pertama selamat, tapi istri dan anak bungsunya yang duduk di belakang terkena tiang listrik,” ujar Adi. Huzzatunnisa, yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dikenal sebagai sosok yang baik dan penuh kasih sayang. Difa, salah satu kerabat yang telah menganggap Nisa seperti kakaknya, mengenangnya dengan penuh haru. “Dia baik sekali. Saya menganggapnya sebagai kakak sendiri meski sebenarnya dia sepupu,” ujar Difa.
Sebelumnya, beberapa tiang listrik di wilayah tersebut dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan. Sutrisno, Kepala Lingkungan I Kelurahan Cengkeh Turi, mengonfirmasi bahwa tiang listrik yang tumbang telah lama berdiri sejak tahun 1980-an dan belum pernah diganti.
“Kondisinya memang sudah mengkhawatirkan. Kejadian itu berlangsung sangat cepat, menjelang Magrib. Saya sempat mengevakuasi korban, tetapi ibu dan anaknya sudah meninggal,” ujar Sutrisno. Dia menambahkan bahwa tiang listrik yang tumbang telah diganti, dan sejumlah tiang lainnya di sekitar lokasi kejadian juga sedang diperbarui untuk mencegah tragedi serupa.
“Kami berharap pihak terkait segera mengganti tiang-tiang yang tua agar warga tidak lagi merasa was-was,” imbuhnya. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan pentingnya perawatan infrastruktur yang layak demi keselamatan publik.
(christie)
JAKARTA Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan pihaknya siap menindak tegas atau membabat setiap temuan praktik
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang akan digelar
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan perkembangan terkini terkait penyanderaan empat warga negara Indonesia (WNI) ol
INTERNASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh memusnahkan ladang ganja seluas sekitar 20 hektare yang tersebar di beberapa titik di kawasan Lampanah, Kabupaten
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi menerbitkan aturan baru terkait pengendalian impor sejumlah komoditas pertanian dan peter
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan apresiasi atas prestasi tim panjat tebing Indonesia di ajang Asian
OLAHRAGA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil tiga pimpinan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dalam kasus dugaan ko
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tiga orang yang diduga warga negara Indonesia (WNI) ditangkap aparat keamanan Arab Saudi di Kota Makkah pada Selasa (28/4/2026).
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan aturan baru terkait tata kelola anggaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui
EKONOMI
JAKARTA Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus kembali memicu perdebatan soal prinsip kesetaraan hukum di Indo
NASIONAL