BREAKING NEWS
Sabtu, 06 Juni 2026

2 Rumah Hangus Dilahap Api, Diduga dari Lilin Saat Listrik Padam

BITVonline.com - Rabu, 05 Juni 2024 08:40 WIB
2 Rumah Hangus Dilahap Api, Diduga dari Lilin Saat Listrik Padam
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PALEMBANG -Dua unit rumah di Palembang menjadi saksi bisu dari tragedi menyedihkan saat terbakar pada Rabu pagi. Kejadian yang mengejutkan warga Jalan Jepang Lorong Famili, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako ini menelan korban kerugian material yang cukup besar.

Pukul 04.30 WIB, ketika pagi masih dalam keadaan gelap, api melahap dua rumah yang terbuat dari kayu dengan cepat. Kebakaran ini menghancurkan segalanya dalam hitungan menit.

Informasi yang diterima detikSumbagsel mengungkapkan bahwa rumah-rumah tersebut dimiliki oleh Ahmad Wijaya (47) dan Taib (60). Keduanya harus menyaksikan hartanya terbakar habis di tengah malam yang sunyi.

Kapolsek Sako, Kompol M Aidil Fitri, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, kebakaran itu pertama kali disadari oleh istri pemilik rumah, Ernawati, ketika bangun dari tidur. Namun, sayangnya, api telah menjalar terlalu cepat untuk dapat dipadamkan.

“Api membesar dengan cepat sehingga menyambar ke rumah yang ada di sebelahnya (rumah korban Taib). Api bisa dipadamkan pukul 05.30 WIB dengan mengerahkan 2 unit mobil pemadam kebakaran,” jelas Kompol Aidil.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran bermula dari lilin yang dinyalakan oleh korban saat listrik padam. Lilin tersebut dinyalakan sekitar pukul 21.30 WIB sebelum tidur.

“Seingat korban ketika sebelum tidur korban mengingat sempat menyalakan lilin di ruang tengah rumahnya, kemudian korban tidur dan sekitar pukul 04.30 saksi melihat ada kobaran api dari bagian dapur rumahnya,” tambahnya.

Tragedi ini tak hanya meninggalkan kerugian material, namun juga meninggalkan luka yang mendalam bagi para korban. Kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 150 juta membuat mereka harus merelakan harta dan kenangan yang telah terbakar di dalamnya.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru