BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

Polisi Melakukan Rekonstruksi Kasus Tewasnya Siswa SMK yang Diduga Dianiaya Kepsek

BITVonline.com - Selasa, 23 April 2024 12:59 WIB
Polisi Melakukan Rekonstruksi Kasus Tewasnya Siswa SMK yang Diduga Dianiaya Kepsek
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NIAS SELATAN -Tragedi mengerikan mengguncang SMK Siduaori, Sumatera Utara, ketika seorang siswa berusia 17 tahun dengan inisial YN meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan oleh kepala sekolahnya. Kasus ini mengundang perhatian publik dan menjadi sorotan utama di Nias Selatan.

Kepolisian Resor Nias Selatan telah melakukan reka ulang atau rekonstruksi adegan yang memperlihatkan kronologi peristiwa tragis tersebut. Menurut Kapolres Nias Selatan, AKBP Boney, rekonstruksi tersebut dilakukan dengan seksama untuk menggambarkan situasi sesuai dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil rekonstruksi tersebut, terungkap bahwa pelaku, yang merupakan Kepala Sekolah yang seharusnya menjadi teladan bagi siswa, diduga telah melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Dalam situasi yang diduga terjadi pada Sabtu, 16 Maret 2024, korban bersama dengan 6 siswa lainnya dibariskan oleh Kepala Sekolah dan korban kemudian dipukul di bagian keningnya sebanyak lebih dari tiga kali.

Kronologi peristiwa ini semakin mengejutkan ketika diketahui bahwa korban mengalami sakit kepala yang semakin parah setelah kejadian tersebut. Ibu korban mengungkapkan bahwa pada hari Rabu, 27 Maret 2024, korban mengeluhkan sakit kepala yang tak tertahankan dan akhirnya tidak mampu lagi untuk sekolah.

Penyakit korban semakin memburuk, dan pada Jumat, 29 Maret 2024, korban mengalami demam tinggi yang mengkhawatirkan. Keluarga korban mencari tahu penyebab sakit korban, dan terungkaplah bahwa kepala sekolah telah melakukan penganiayaan terhadap korban.

Upaya penyelidikan tidak berhenti sampai di situ. Keluarga korban membawa korban ke RSUD dr. Thomsen Nias di Gunungsitoli untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nasib tragis tak dapat dihindari, karena korban meninggal dunia pada Senin, 15 April 2024, setelah berjuang melawan luka-luka serius yang dialaminya.

Proses penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian sangat serius, dengan melakukan autopsi terhadap jenazah korban dan pemeriksaan barang bukti secara cermat. Langkah-langkah ini penting untuk mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya.

Kasus ini juga mencerminkan pentingnya peran pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung bagi para siswa. Kasus-kasus seperti ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat, bahwa kekerasan tidak bisa dibiarkan dan harus ditindak dengan tegas sesuai hukum.

Dengan harapan keadilan bisa ditegakkan, kasus ini juga menjadi panggilan untuk refleksi bersama tentang perlunya pendekatan yang lebih manusiawi dan pencegahan terhadap kekerasan di lingkungan sekolah. Mari kita bersama-sama memperjuangkan hak-hak setiap individu untuk belajar dan tumbuh berkembang tanpa takut akan kekerasan.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru