Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
PAKISTAN -Hujan deras yang melanda Pakistan dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan tragedi yang memilukan, dengan sedikitnya 39 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami kerugian yang tak terhitung. Pemerintah Pakistan telah mengumumkan keadaan darurat menyusul bencana ini, menyoroti eskalasi kejadian cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global.
Pada Minggu (14/4), beberapa petani di Pakistan menjadi korban tewas setelah tersambar petir saat memanen gandum, mencerminkan betapa rawannya kondisi di lapangan saat cuaca buruk melanda. Selain itu, banjir bandang yang menyapu sebagian besar lahan pertanian juga mengakibatkan rusaknya infrastruktur penting seperti pasokan listrik dan jaringan transportasi.
Bukan kali ini saja Pakistan terkena musibah banjir. Pada 2022, negara ini sudah mengalami bencana serupa yang merenggut ribuan nyawa dan mengakibatkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal serta air bersih. Provinsi-provinsi seperti Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan kembali menjadi titik fokus dampak buruk cuaca ekstrem yang mengguncang Pakistan, dengan prediksi lanjutan cuaca buruk yang memicu peringatan tentang tanah longsor dan banjir bandang.
Provinsi Punjab menjadi salah satu daerah terdampak paling parah, dengan 21 korban tewas akibat tersambar petir. Sementara itu, Balochistan di barat juga tidak luput dari dampak, dengan delapan orang lainnya kehilangan nyawa. Keadaan darurat telah diumumkan, sementara sekolah-sekolah di daerah tersebut tutup untuk sementara waktu demi keselamatan.
Peristiwa tragis ini juga terjadi di negara tetangga, Afghanistan, yang juga dilanda banjir besar dengan korban jiwa dan kerugian besar. Para ilmuwan menyoroti peran pemanasan global dalam serangkaian bencana alam yang semakin sering terjadi di wilayah ini.
Kunci dalam menghadapi tantangan ini adalah kesiapan dan mitigasi risiko yang efektif dari pemerintah dan masyarakat. Program-program adaptasi terhadap perubahan iklim, investasi dalam infrastruktur tangguh, serta edukasi publik tentang keamanan dan respon darurat menjadi hal-hal yang perlu ditingkatkan.
(N/014)
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA