Viral! Tenaga Kesehatan Joget Saat Operasi Pasien, Ini Respons RS Datu Beru
ACEH TENGAH Sebuah video yang menunjukkan seorang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Datu Beru, Aceh Tengah, sedang berjoget saat melakukan
PERISTIWA
Makassar – Kasus peredaran uang rupiah palsu yang diduga berasal dari sindikat di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, membuat masyarakat mulai waswas. Beberapa orang melaporkan bahwa mereka menerima uang palsu meskipun baru saja menarik uang dari mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Salah satunya, seorang warganet yang membagikan pengalaman di media sosial X, yang mengaku ditolak saat membeli obat di apotek karena uang yang dibawa ternyata palsu, meski baru saja menariknya dari ATM.
Menanggapi hal ini, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa jika masyarakat mendapatkan uang palsu dari ATM, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melapor ke bank yang bersangkutan. “Bank akan melakukan klarifikasi terhadap uang yang diragukan keasliannya kepada Bank Indonesia,” ujar Ramdan, Kamis (2/1/2025).
Setelah laporan diterima, Bank Indonesia akan melakukan penelitian terhadap uang yang dipermasalahkan dan memberikan hasilnya kepada bank yang mengajukan klarifikasi. Jika uang yang diterima terbukti palsu, bank akan memberitahukan hasilnya kepada masyarakat yang melapor.
“Laporan masyarakat ini sangat penting sebagai langkah preventif, sekaligus sebagai umpan balik untuk meningkatkan sistem pengawasan perbankan dan kemampuan identifikasi mesin ATM,” tambah Ramdan.
Lebih lanjut, BI mengungkapkan bahwa laporan yang diterima juga berguna bagi aparat hukum untuk membantu pengungkapan kasus pemalsuan uang. Meskipun begitu, menurut Ramdan, mesin ATM, CDM (setor tunai), dan CRM (setor-tarik tunai) saat ini sudah dilengkapi dengan teknologi yang mampu mendeteksi keaslian uang rupiah.
Oleh karena itu, kemungkinan adanya uang palsu yang dikeluarkan oleh mesin ATM sangat kecil. Ramdan menegaskan bahwa BI tidak memberikan penggantian terhadap uang yang telah terbukti palsu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 21/10/PBI/2019 tentang Pengelolaan Uang Rupiah yang menyatakan bahwa uang yang dinyatakan tidak asli oleh Bank Indonesia tidak dapat diganti dengan uang yang asli.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keaslian uang rupiah, BI mengimbau agar setiap orang mengenali uang rupiah menggunakan metode 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
BI juga mengingatkan masyarakat untuk selalu merawat uang rupiah dengan mengikuti “Slogan 5 Jangan”, yaitu:
Jangan dilipat
Jangan dicoret
Jangan diremas
Jangan dibasahi
Jangan distaples
Dengan menjaga keaslian dan kualitas uang rupiah, diharapkan dapat mengurangi peredaran uang palsu di masyarakat.
ACEH TENGAH Sebuah video yang menunjukkan seorang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Datu Beru, Aceh Tengah, sedang berjoget saat melakukan
PERISTIWA
JAKARTA Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengkritik keras pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahma
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Rasa kecewa masyarakat Kabupaten Batu Bara, khususnya di Kecamatan Talawi, kian memuncak akibat lambannya penanganan sampah ya
PEMERINTAHAN
JAKARTA Polda Metro Jaya terus mendalami kasus tudingan ijazah palsu yang melibatkan Presiden RI ke7, Joko Widodo (Jokowi). Terbaru, pi
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJAB TIMUR Anjas Asmara resmi dilantik sebagai Camat Sabak Timur oleh Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslimin Tanja, menggantikan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia mencatatkan kenaikan signifikan pada beb
EKONOMI
JAKARTA Pasangan selebritas Dude Herlino dan Alyssa Soebandono hari ini, Kamis (2/4/2026), dipanggil oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi
ENTERTAINMENT
JAKARTA Indonesia dan Korea Selatan semakin memperkuat kemitraan strategis mereka melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU)
EKONOMI
CIMAHI Markas Besar TNI memastikan akan tetap mengirimkan 756 prajurit baru ke Lebanon untuk melanjutkan misi perdamaian di bawah bendera
NASIONAL
JAKARTA Kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Republik Korea menghasilkan capaian luar biasa dengan tercapainya komitmen
EKONOMI