BREAKING NEWS
Jumat, 28 Agustus 2026

250 Keluarga Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Telah Pindah ke Hunian Sementara di Flores Timur

- Minggu, 23 Februari 2025 15:30 WIB
250 Keluarga Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Telah Pindah ke Hunian Sementara di Flores Timur
Ilustrasi - Seorang penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki saat mengambil barang-barang rumah tangga di Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NUSA TENGGARA TIMUR -Sebanyak 250 keluarga korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, telah berhasil dipindahkan dari pos pengungsian lapangan ke rumah hunian sementara (Huntara). Perpindahan ini menjadi langkah penting dalam upaya pemulihan pasca-erupsi yang menghancurkan banyak tempat tinggal pada November 2024.

"Jumlahnya sekarang 250 keluarga. Ada tambahan 10 keluarga yang baru digeser ke hunian sementara dari pos di lapangan," kata Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Nawan Harahap, dalam siaran Program Teropong Bencana yang disiarkan di Jakarta, Minggu (23/2).

Nawan menjelaskan, saat ini rumah hunian sementara tahap pertama, yang berjumlah 50 unit kopel (satu rumah untuk dua keluarga), sudah terisi penuh. Untuk itu, BNPB masih mempersiapkan 40 unit rumah hunian sementara tahap kedua yang sedang dibangun oleh prajurit TNI. "Proyeksi kami, puluhan rumah sementara tahap kedua ini akan siap pada 24 Februari dan akan ditempati oleh 200 keluarga lainnya," lanjut Nawan.

Ratusan keluarga yang menempati rumah hunian sementara tersebut berasal dari beberapa desa di Kecamatan Ile Bura, Titehena, dan Walanggitang, Kabupaten Flores Timur, yang terpaksa mengungsi akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki.

BNPB sebelumnya telah memastikan pembangunan sedikitnya 442 unit rumah hunian sementara untuk menampung sekitar 2.000 keluarga korban erupsi. Hunian sementara ini akan digunakan oleh para pengungsi setidaknya sampai proses penyediaan lahan baru dan pembangunan rumah permanen selesai.

Sementara itu, Nawan memastikan bahwa pihaknya tetap memberikan bantuan kedaruratan, termasuk penyediaan makanan dan pendidikan anak, kepada warga yang masih mengungsi, baik di pos lapangan maupun rumah kerabat. Selain itu, bantuan dana Tunggu Hunian senilai Rp600 ribu per bulan selama enam bulan juga siap disalurkan kepada pengungsi yang menempati rumah keluarga mereka.

BNPB terus mengupayakan pemulihan pasca-bencana ini dengan cepat dan efektif, sehingga korban erupsi dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.

(at/a)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru