80 Persen Karyawan PT Toba Pulp Lestari Terancam PHK Massal, Disnaker Sumut Buka Aduan Pekerja
MEDAN Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) berpotensi terjadi di PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) menyusul penghentian operasional per
EKONOMI
YOGYAKARTA -Banjir yang melanda beberapa wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah berangsur surut pada Sabtu (29/3/2025).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Noviar Rahmad, menyampaikan bahwa mayoritas warga yang sempat mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing.
"Untuk banjirnya rata-rata hari ini sudah surut semua. Kemudian, kemarin malam juga masih banyak pengungsian, dan rata-rata semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing," ujar Noviar, Sabtu (29/3/2025).
Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (28/3/2025) menyebabkan banjir di tiga kabupaten, yakni Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo.
Di antara ketiganya, Kabupaten Bantul mengalami dampak terparah, khususnya di wilayah Imogiri, tepatnya di daerah Wukirsari.
BPBD mencatat bahwa banjir di Kabupaten Bantul disebabkan oleh meluapnya Sungai Celeng dan Sungai Opak, yang menerima kiriman air dari lereng Gunung Merapi.
Akibatnya, tujuh kecamatan di Bantul terdampak banjir. Hal serupa juga terjadi di Gunungkidul yang mengalami dampak di tujuh kecamatan serta Kulon Progo yang mencatat tiga kecamatan terdampak.
Sementara itu, Kota Yogyakarta tidak mengalami banjir, tetapi beberapa titik mengalami longsor.
"Di Bantul dari meluapnya Kali Celeng sama Kali Opak. Aliran dari Merapi semua, kemarin hujan deras, muaranya ke Bantul," jelas Noviar.
Sebelumnya, BPBD Bantul mencatat sedikitnya 29 titik terdampak bencana akibat hujan deras, dengan rincian 13 titik genangan air, 14 titik gerakan tanah, serta dua titik pohon tumbang.
Salah satu lokasi yang terdampak adalah Jalan Yogyakarta-Wonosari yang sempat mengalami banjir genangan.
Setelah banjir surut, warga di daerah terdampak mulai melakukan pembersihan lumpur yang tersisa. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa.
"Sekarang warga sudah kembali ke rumah masing-masing dan mulai membersihkan lumpur-lumpur yang terbawa banjir," tambah Noviar.
Pemerintah daerah bersama tim BPBD dan relawan terus melakukan pemantauan dan membantu warga dalam proses pemulihan pascabencana.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi.
(km/a)
MEDAN Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) berpotensi terjadi di PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) menyusul penghentian operasional per
EKONOMI
SAMOSIR PT INALUM kembali menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kabupaten Samosir sebagai bagian dari komit
EKONOMI
JAKARTA Jumlah korban jiwa akibat kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, terca
PERISTIWA
BEKASI Presiden Prabowo Subianto menjenguk langsung korban kecelakaan kereta api yang dirawat di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih banyaknya perlintasan sebidang kereta api yang belum tertata dengan baik di Indonesia,
PEMERINTAHAN
BEKASI Presiden Prabowo Subianto menyoroti insiden kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang
PEMERINTAHAN
JAKARTA Harga emas batangan Antam kembali mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2026). Kenaikan ini terjadi setelah
EKONOMI
JAKARTA Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, masih teru
NASIONAL
JAKARTA Nama layanan taksi listrik Green SM menjadi sorotan setelah salah satu unit armadanya diduga terlibat dalam insiden kecelakaan k
EKONOMI
BEKASI Presiden Prabowo Subianto mengunjungi RSUD Kota Bekasi untuk menjenguk korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Sela
PERISTIWA