Seorang pria dievakuasi saat tewas setelah diterkam buaya saat mencari kerang air tawar di Sungai Gampong Leubok Pempeng, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu, 21 Juni 2025. (foto: tangkapan layar fb barmawi yusuf)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
ACEH TIMUR – Tragedi memilukan terjadi di Sungai Gampong Leubok Pempeng, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.
Seorang pria bernama Iskandar (32) tewas mengenaskan setelah diterkam buaya saat mencari kerang air tawar pada Sabtu siang, 21 Juni 2025.
Kapolsek Peureulak, AKP Muslim Siregar, mengatakan insiden bermula saat korban menyelam di sungai bersama dua rekannya.
Ketika Iskandar berada di dalam air, kedua temannya menyaksikan seekor buaya mendekat dan secara tiba-tiba menerkam kepala korban.
"Buaya menerkam korban pada bagian kepala kemudian menyeretnya ke dalam air," ujar Muslim kepada wartawan, Minggu (22/6/2025).
Menyaksikan kejadian tersebut, kedua rekan korban segera meminta bantuan warga dan kepolisian setempat.
Upaya pencarian pun dilakukan dengan menyisir aliran sungai secara manual oleh warga yang datang.
Sekitar pukul 15.48 WIB, buaya yang membawa korban akhirnya muncul ke permukaan.
Setengah tubuh korban terlihat berada dalam cengkeraman mulut predator air tawar itu.
Situasi menegangkan ini memicu tokoh masyarakat dan warga meminta agar polisi mengambil tindakan cepat.
Setelah berkoordinasi, seorang anggota Bhabinkamtibmas dari Polsek Peureulak melepaskan tembakan ke arah samping buaya dengan tujuan membuat hewan buas itu melepaskan korban tanpa melukai jasad.
"Melihat buaya telah pergi menjauh, anggota kami bersama warga langsung mengangkat tubuh korban. Sayangnya, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk dilakukan Fardhu Kifayah," kata Muslim.
Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi, mengimbau warga agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas, khususnya di area perairan yang diketahui menjadi habitat buaya.
"Waspadalah, karena kejadian tak terduga bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja. Keselamatan adalah yang utama," tegas Irwan.
Ia juga menekankan peran penting Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Mereka diharapkan mampu memberikan deteksi dini serta solusi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat keras tentang bahaya yang mengintai di alam bebas, sekaligus pentingnya sinergi masyarakat dan aparat dalam merespons kondisi darurat.*