BREAKING NEWS
Sabtu, 23 Mei 2026

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Dahsyat, Kolom Abu Capai 18 Kilometer

- Senin, 07 Juli 2025 12:30 WIB
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Dahsyat, Kolom Abu Capai 18 Kilometer
Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, kembali meletus, Senin (7/7/2025). (Foto: dok. PVMBG)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Flores Timur, NTTGunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami erupsi dahsyat pada Senin (7/7/2025) pukul 11.05 Wita.

Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 18.000 meter (18 kilometer) di atas puncak atau sekitar 19.584 meter di atas permukaan laut, dengan warna abu kelabu hingga hitam dan intensitas sangat tebal.

Kolom abu dilaporkan condong ke arah utara, timur laut, dan barat laut, dengan suara dentuman kuat dan guguran awan panas yang meluncur sejauh 5 kilometer dari pusat kawah ke arah utara dan timur laut.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi sementara ± 6 menit 26 detik," ungkap Fajaruddin M Balido, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, dalam keterangan resminya.

Status Level IV (Awas), Aktivitas Warga Dibatasi

Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level IV (Awas). Warga dilarang beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari kawah, serta wilayah sektoral barat daya hingga timur laut sejauh 7 kilometer dari pusat erupsi.

Fajaruddin mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti instruksi pemerintah daerah, dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

Potensi Lahar Hujan dan Dampak Abu Vulkanik

Warga juga diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama di wilayah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain:

Dulipali

Padang Pasir

Nobo

Nurabelen

Klatanlo

Hokeng Jaya

Boru

Nawakote

Untuk wilayah yang terdampak hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Koordinasi Penanganan Terus Dilakukan

Pemerintah Daerah terus melakukan koordinasi intensif dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung.

Masyarakat diminta tetap waspada dan memperhatikan setiap informasi resmi dari otoritas kebencanaan demi keselamatan bersama.*

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru