Ketika Negarawan Gagal Menjaga Lidah di Negeri Majemuk
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
BANYUWANGI – Operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya kembali membuahkan hasil.
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu jenazah yang diduga kuat merupakan korban ke-48 dalam insiden tragis tersebut, pada Sabtu (12/7).
"Satu jenazah yang baru ini merupakan korban ke-48, yang ditemukan pada Sabtu, 12 Juli," ungkap Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, dalam keterangan resminya, Minggu (13/7).
Jenazah ditemukan sekitar pukul 10.40 WITA di Perairan Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali.
Korban langsung dievakuasi ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
"Korban berjenis kelamin perempuan, mengenakan celana panjang dan bra berwarna hitam. Saat ini masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI," tambah Eko.
Dengan temuan ini, total korban yang berhasil ditemukan dalam tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya mencapai 48 orang, terdiri dari 30 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia.
Meski pencarian terus menunjukkan perkembangan, pihak Basarnas mencatat adanya kejanggalan dalam pendataan penumpang.
Sejumlah korban yang ditemukan tidak terdaftar dalam manifes resmi kapal, yang menyebutkan 53 penumpang, 12 kru, dan 22 kendaraan.
"Artinya, masih ada selisih data yang terus kami dalami bersama pihak terkait. Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut akurasi data penumpang dan keselamatan pelayaran ke depan," tegas Eko.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu dini hari, 2 Juli 2025, sekitar pukul 00.30 WITA di Selat Bali, dalam pelayaran dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.
Banyak korban ditemukan oleh nelayan setempat, khususnya dari wilayah Dusun Pabuahan, Desa Banyubiru, yang berjarak puluhan kilometer dari lokasi awal tenggelamnya kapal.
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka&039bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara membantah tudingan adanya pemecatan massal ratusan pengurus Dewa
POLITIK
JAKARTA PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawa
NASIONAL
JAKARTA Politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran berita bohong yang mencatut namanya ke Polda Metro Jaya. Lap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk memperkuat pengembangan kacamata pintar berbasis Android
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian seluruh berkas layanan pertanaha
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Kamser Maroloan Sitanggang, menyampaikan surat terbuka kepada Komisi III
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gelombang kejahatan penipuan atau scam di sektor keuangan digital kian mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat to
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepenting
POLITIK