Kak Na Hadiri Buka Puasa Bersama Gekrafs Aceh, Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif
BANDA ACEH Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Aceh, Marlina Muzakir, mendorong generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Ekonomi Kre
EKONOMI
Batam – Welcome to Batam (WTB), salah satu ikon kota yang telah menjadi landmark penting di Batam, kini tidak lagi memancarkan pesonanya. Tertutupnya tulisan megah yang selama ini menjadi tempat wajib bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berfoto, membuat lokasi ini kehilangan daya tarik.
Tulisan “Welcome to Batam” yang terletak di atas bukit kawasan Batam Kota, kini sudah terhalang oleh bangunan ruko yang tengah dibangun di depannya. Lokasi tersebut sebelumnya menjadi titik utama bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen kedatangan mereka di Batam. Namun, kini pandangan ke ikon tersebut terhalang bangunan yang sedang dalam proses pembangunan.Wisatawan yang biasa berfoto di sekitar area Mesjid Agung, yang juga menjadi pusat aktivitas pedagang, kini harus merelakan momen foto mereka terganggu. Keberadaan ruko yang semakin menjulang semakin menutupi ikon tersebut, bahkan menyebabkan lokasi ini sepi dari pengunjung.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, lokasi yang dimaksud terletak di kawasan Komplek Pertokoan Welcome To Batam Blok A No.1 s/d 12B, Jalan Sanggam Bertuah, Batam Kota, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota. Foto terbaru yang beredar menunjukkan betapa jelasnya tulisan Welcome to Batam tertutup oleh pembangunan tersebut, meskipun masih dapat terlihat jika dilihat dari sudut atau ketinggian tertentu.Di balik fenomena ini, banyak warga Batam yang mengungkapkan kekhawatiran terkait dampak dari hilangnya ikon yang telah lama menjadi simbol identitas kota ini. Salah seorang warga, Jodi, seorang tukang parkir di area sekitar, mengungkapkan bahwa banyak pengunjung yang merasa kecewa. “Banyak pengunjung yang ingin jalan-jalan ke sini mengeluh, untuk berfoto sudah tidak bisa lagi. Ikon WTB sudah terhalang proyek pembangunan,” ujarnya.
Tidak hanya pengunjung, keberadaan Welcome to Batam yang telah menjadi simbol semangat dan perkembangan kota ini juga memiliki nilai sentimental yang mendalam bagi warga Batam. Sebagai titik temu bagi berbagai kegiatan sosial dan komunitas, banyak kenangan berharga yang terekam di lokasi ini. Kehilangan ikon ini diyakini akan berimbas pada sektor pariwisata Batam, yang selama ini bergantung pada daya tarik seperti WTB untuk menarik wisatawan.Lebih jauh lagi, dampak dari pembangunan ini juga terasa bagi para fotografer lokal yang biasa menawarkan jasa foto kepada wisatawan. Dengan tertutupnya ikon tersebut, mereka kini kehilangan sumber pendapatan yang cukup signifikan. Para fotografer mengungkapkan bahwa banyak dari mereka yang menggantungkan penghasilan pada pengunjung yang ingin berfoto dengan latar belakang Welcome to Batam.
Pembangunan proyek ini diketahui melibatkan PT Smart Edutama International, yang mengembangkan Komplek Pertokoan dengan luas 4.991,25 m² yang akan memiliki lima lantai dan 14 unit usaha. Sementara itu, tulisan Welcome to Batam ini bukan hanya sekadar penanda geografis, tetapi juga merupakan bagian penting dalam citra kota Batam yang sudah dikenal luas.Bagi masyarakat Batam, hilangnya ikon ini bisa berdampak besar terhadap identitas kota yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Tidak hanya untuk wisatawan, tetapi juga bagi warga lokal yang menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.
(JOHANSIRAIT)
BANDA ACEH Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Aceh, Marlina Muzakir, mendorong generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Ekonomi Kre
EKONOMI
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh menggelar kegiatan Iftar Jama&039i atau buka puasa bersama yang dihadiri pengurus dan wa
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komi
HUKUM DAN KRIMINAL
PEKANBARU Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Dumai, Riau, semakin meluas. Hingga Sabtu (14/3/2026), kebakaran di Kelur
PERISTIWA
PEKANBARU Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Dumai, Riau, semakin meluas. Hingga Sabtu (14/3/2026), kebakaran di Kelur
PERISTIWA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan kepala daerah di seluruh Indonesia bahwa mereka tidak memiliki kewajiban untuk me
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sebanyak 19 warga negara Indonesia yang merupakan nelayan asal Aceh Timur ditangkap otoritas Thailand setelah diduga melakukan p
NASIONAL
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke12, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan keprihatinannya atas kasus penyerangan terhadap Wakil Koordinator
POLITIK
MEDAN Proses pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan telah mencapai leb
PEMERINTAHAN
MEDAN Menjelang Idul Fitri, umat Muslim di Indonesia diwajibkan untuk membayar zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri setelah sebula
AGAMA