BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Kasus Pelemparan Mobil Ambulance Puskesmas Sayurmatinggi, Warga Bertanya-Tanya

Indra Saputra - Sabtu, 30 Agustus 2025 16:27 WIB
Kasus Pelemparan Mobil Ambulance Puskesmas Sayurmatinggi, Warga Bertanya-Tanya
Kepala puskesmas sayurmatinggi Ratna Dewi Simanjuntak (foto : fira/bitv)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPSEL - Masyarakat Kecamatan Sayurmatinggi, Tapanuli Selatan, tengah dihebohkan dengan insiden pelemparan mobil ambulance milik Puskesmas Sayurmatinggi oleh salah seorang warga berinisial K.

Kejadian ini diduga terjadi pada 15 Agustus 2025, dan hingga kini peristiwa tersebut masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan warga dan awak media.

Baca Juga:

Menurut keterangan dari Annum Daulay, salah satu staf Puskesmas Sayurmatinggi, insiden tersebut bermula ketika pihak puskesmas mengirimkan mobil ambulance ke rumah warga untuk mendampingi seorang pasien yang kondisinya kritis. Namun, setibanya di rumah pasien, pihak puskesmas mendapati bahwa ibu dari K telah meninggal dunia.

Baca Juga:

"Benar, kaca belakang mobil ambulance pecah semua. Waktu itu mobil dikirim untuk mendampingi pasien, namun ketika sampai, pasien sudah meninggal dunia," ungkap Annum saat dikonfirmasi pada Sabtu (30/8/2025).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun awak media, insiden ini dipicu oleh pertengkaran kecil antara K dan pihak puskesmas terkait penggunaan ambulance. K sebelumnya ingin memanfaatkan ambulance untuk membawa ibunya ke rumah sakit, namun ia mendapati ibunya meninggal sebelum ambulans datang.

Beberapa waktu setelah kejadian tersebut, ketika mobil ambulance Puskesmas Sayurmatinggi tiba kembali di rumah K, K dengan kesal melempar mobil ambulance tersebut, yang menyebabkan kaca belakang mobil pecah.

Annum juga menambahkan bahwa mobil ambulance tersebut saat ini sudah dibawa ke bengkel untuk diperbaiki. "Mobil ambulansnya sudah dibawa ke bengkel di Sadabuan, Padangsidimpuan. Namun yang membawa bukan staf puskesmas, tapi orang suruhan dari Bu Kapus," jelas Annum.

Saat awak media menghubungi Kapolsek Pintu Padang terkait peristiwa ini, pihak kepolisian mengaku tidak mengetahui adanya laporan terkait insiden pelemparan mobil ambulance tersebut. Hal yang sama juga disampaikan oleh Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan, yang mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut.

Yang lebih mengejutkan, dari informasi yang beredar di masyarakat Sayurmatinggi, K yang disebut-sebut terlibat dalam insiden ini ternyata juga merupakan ketua Gerindra Kecamatan Sayurmatinggi dan memiliki satu unit mobil ambulance dari partai tersebut. Keadaan ini memunculkan berbagai spekulasi, terutama mengenai apakah insiden tersebut tidak dilaporkan karena K merupakan kader Gerindra, yang dikenal memiliki pengaruh di daerah tersebut.

Masyarakat setempat juga mempertanyakan mengapa peristiwa ini tidak dilaporkan ke pihak berwajib dan apakah ada ketakutan dari pihak Puskesmas Sayurmatinggi untuk melaporkan kejadian tersebut. Warga khawatir bahwa perbaikan mobil ambulance menggunakan dana negara, padahal seharusnya mobil tersebut diperbaiki menggunakan dana yang sesuai prosedur.

Editor
: Justin Nova
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dugaan Pungli di Puskesmas Sayurmatinggi Mengemuka, ASN Dilaporkan ke Polisi
Diduga Pungli Dana Kapitasi, Sekretaris Gemma Peta Indonesia Desak Kejaksaan Tindak Kepala Puskesmas Sayurmatinggi
Keterlaluan, Kepala Puskesmas Sayurmatinggi Diduga Tega Tidak Bayar Dana Jasa Pelayanan kepada Tenaga Kesehatan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru