BREAKING NEWS
Kamis, 05 Maret 2026

Nestapa Nelly, Rumah Rata Disapu Banjir Rob Panjang Selatan

Raman Krisna - Senin, 01 September 2025 23:23 WIB
Nestapa Nelly, Rumah Rata Disapu Banjir Rob Panjang Selatan
Nelly, sedang melihat rumahnya yang roboh akibat disapu deras arus laut. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDAR LAMPUNG – Malam itu, Minggu, 10 Agustus 2025, hujan tak turun. Namun angin kencang dan gelombang pasang menjadikan perkampungan pesisir Panjang Selatan seperti medan bencana. Air laut mendobrak garis pantai, menerjang rumah-rumah warga tanpa ampun.

Di tengah kepanikan itu, Nelly, 60 tahun, hanya mampu pasrah. Rumah kayu sederhana yang selama ini menjadi tempat berteduhnya bersama dua anak gadis, seketika roboh disapu derasnya arus.

"Kami sedang tidur, tahu-tahu air sudah menghantam. Semua barang berharga tak sempat diselamatkan," ucap Nelly dengan suara bergetar, mengenang malam mencekam itu.

Bagi perempuan renta ini, bukan hanya dinding rumah yang hilang. Pakaian, perabot, bahkan kenangan kecil bersama keluarganya hanyut dibawa gelombang.

Kini, ia dan kedua anaknya hanya bisa menumpang di rumah tetangga, menunggu uluran tangan pemerintah.

Ricky, Ketua RT 005, menjadi saksi pertama yang segera berlari melaporkan musibah itu.

Dalam hitungan jam, tim gabungan dari BPBD, SAR, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga perangkat kelurahan datang mengevakuasi korban.

"Alhamdulillah, laporan kami cepat ditindaklanjuti. Semua pihak bergerak sigap," ujar Ricky.

Lurah Panjang Selatan, Hermawan, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menuturkan bahwa laporan resmi sudah diteruskan ke Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Bahkan, Wali Kota Eva Dwiana langsung memberi perhatian khusus. "Bu Wali menyampaikan rasa prihatin dan memastikan penanganan segera dilakukan," jelas Hermawan.

Namun, bagi Nelly, perhatian saja tak cukup. Ia butuh rumah untuk kembali hidup layak.

"Saya hanya ingin tempat tinggal yang bisa melindungi anak-anak saya. Semoga ibu wali kota berkenan membantu kami," harapnya dengan mata berkaca-kaca.

Di balik deru gelombang yang masih menghantui pesisir Panjang Selatan, kisah Nelly adalah potret nyata rapuhnya kehidupan warga pesisir.

Sebuah pengingat bahwa bencana bukan sekadar angka kerugian, melainkan cerita manusia yang kehilangan.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru