Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Diduga tidak terima atas pemanggilan itu, RD kemudian mendatangi rumah Zahrial dan melakukan tindakan
kekerasan.
Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada korban secara fisik, tetapi juga menyebabkan trauma emosional bagi keluarga Zahrial. Sang istri dan anak-anaknya menjadi saksi dari kejadian memilukan tersebut.
"Anak dan istri saya ikut trauma. Padahal mereka tidak tahu-menahu soal masalah ini," tutur Zahrial.Ketua FKW-KP, Feri Darmawan, mendampingi korban saat membuat laporan di Mapolres
Pesawaran.
Ia menegaskan bahwa tindakan
kekerasan terhadap
jurnalis adalah bentuk
intimidasi yang tidak dapat ditoleransi dalam negara
hukum."Kami mendesak aparat penegak
hukum untuk memproses kasus ini secara tuntas. Kekerasan terhadap
jurnalis adalah ancaman terhadap kebebasan
pers," ujarnya.
Pihak Polres
Pesawaran telah menerima laporan dan tengah melakukan proses penyelidikan lebih lanjut, termasuk olah tempat kejadian perkara (
TKP) dan pemeriksaan terhadap terlapor RD. Barang bukti berupa rekaman CCTV juga telah diserahkan korban.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.