JAKARTA — Ancaman gempamegathrust kembali menjadi sorotan serius di Indonesia.
Sebagai negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, Indonesia memiliki 13 segmen megathrust yang berpotensi memicu gempa besar dengan dampak luas.
Salah satu wilayah yang paling rawan adalah Selatan Jawa, yang memanjang hingga Selat Sunda.
Segmen ini menjadi perhatian karena energi yang terkunci di zona subduksi selatan Jawa terus bertambah dan berpotensi melepaskan guncangan gempa dahsyat.
Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menyatakan bahwa energi yang terus terkumpul di segmen tersebut suatu saat akan dilepaskan melalui pergerakan mendadak, memicu gempa bumi dengan kekuatan hingga Magnitudo 8,7.
"Jika energi itu dilepaskan sekaligus, gempa besar akan terjadi dengan getaran sangat kuat," ujar Rahma, Sabtu (11/10).
Dampak gempamegathrust ini tidak hanya akan menyebabkan kerusakan hebat akibat getaran, tetapi juga memicu tsunami besar dengan gelombang air laut yang bisa mencapai ketinggian 20 meter.
Gelombang tsunami tersebut diperkirakan akan meluas menjalar ke berbagai wilayah pesisir.
"Kawasan pesisir Banten, Lampung, bahkan pesisir utara Jakarta akan terdampak tsunami," lanjut Rahma.
Menurut perhitungan BRIN, jika segmen megathrustSelatan Jawa di wilayah Pangandaran pecah, tsunami setinggi 20 meter akan menghantam wilayah tersebut.
Gelombang ini kemudian akan menyebar ke Selat Sunda dan memengaruhi pesisir Banten dengan ketinggian tsunami 4 sampai 8 meter, serta seluruh pesisir Lampung.
Untuk wilayah pesisir utara Jakarta, tsunami diprediksi memiliki ketinggian antara 1 hingga 1,8 meter dengan waktu tiba sekitar 2,5 jam setelah gempa terjadi.
"Daerah pesisir utara Jakarta akan terkena tsunami pertama kali dengan ketinggian 1,8 meter. Sementara Jawa bagian selatan gelombang tsunami akan tiba dalam waktu sekitar 40 menit, dan Lebak hanya dalam 18 menit," jelas Rahma.
BRIN mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi risiko gempamegathrust yang memiliki potensi dampak sangat besar.
Selain kerusakan fisik, gempa ini juga bisa menimbulkan dampak sosial ekonomi, gangguan layanan dasar, serta korban jiwa.
Sebagai langkah mitigasi, BRIN terus melakukan pemantauan dan sosialisasi risiko bencana kepada masyarakat dan pemerintah daerah agar kesiapsiagaan dapat ditingkatkan.*
(cb/a008)
Editor
: Adelia Syafitri
BRIN Waspadai Ancaman Gempa Megathrust di Selatan Jawa, Potensi Tsunami hingga 20 Meter!